Jelajah Kampung dan Probumi Kembangkan Ekonomi Berbasis Desa
- 23 Jun 2026 08:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Upaya memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat desa terus berkembang melalui pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada sektor wisata, tetapi juga pada pengelolaan potensi lokal berbasis budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sejumlah inisiatif kini mulai mengarah pada pemanfaatan aset kampung seperti aktivitas keseharian masyarakat, kearifan lokal, hingga praktik budaya yang selama ini dianggap biasa, untuk dikembangkan menjadi nilai ekonomi tanpa menghilangkan identitas sosial masyarakat.
Dalam pengembangannya, terdapat pemisahan peran antara program pemberdayaan masyarakat dan entitas bisnis. Jelajah Kampung Beyond Tourism berperan sebagai program sosial yang fokus pada pendampingan, edukasi, serta pengembangan potensi kampung, sementara Probumi Makmur Bersama menjadi unit usaha yang mengelola aspek komersial dan pemasaran produk.
Muhammad Anwar, Founder Jelajah Kampung Beyond Tourism dan Pendiri Probumi Makmur Bersama, menjelaskan bahwa pendekatan ini lahir dari kegelisahan terhadap perubahan sosial di desa, terutama sejak hadirnya program dana desa.
“Di 2015 ada kegelisahan waktu itu, booming dana desa. Dengan dana desa, masyarakat mulai kehilangan konsep kegotongroyongan. Lalu muncul gagasan karangkitri yang sekarang dikenal sebagai urban farming. Kita bikin kampung ketahanan pangan, padahal sebenarnya itu sudah dilakukan oleh nenek moyang kita,” jelasnya dalam dialog Kita Indonesia di Pro 1 RRI Malang, Senin (22/6/2026).
Ia menegaskan bahwa Jelajah Kampung berfokus pada pendampingan masyarakat, mulai dari edukasi, penelitian, desain produk, hingga penguatan jaringan pemasaran, bukan sekadar dokumentasi atau konten.
“Jelajah Kampung itu memberikan ilmu, akses jaringan pemasaran, penelitian, desain produk. Jadi bukan hanya datang untuk konten, tapi membawa bekal,” ujarnya.
Sementara itu, Probumi Makmur Bersama berperan dalam pengelolaan bisnis, mulai dari branding produk, pengemasan, hingga pemasaran hasil olahan masyarakat kampung.
Ia mencontohkan salah satu pengembangan di Malang Selatan, yaitu produksi kelapa nira yang dikemas sebagai aktivitas rekreasi berbasis pengalaman. Dalam prosesnya, Jelajah Kampung membantu mengemas aktivitas tersebut agar menarik dan bernilai edukasi, sementara Probumi menangani sisi komersialnya.
“Di Malang Selatan ada produksi deres kelapa nira, ini jadi rekreasi menarik, aktivitasnya memasak dan terlibat langsung. Jelajah Kampung membantu mengemas agar menarik, sedangkan produknya dipasarkan oleh Probumi,” jelasnya.
Kantor pusat Probumi sendiri berada di Kota Batu, dengan aktivitas yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Selain pengembangan kampung, Probumi juga terlibat dalam pendampingan sektor agribisnis, termasuk konsultasi spek pertanian hingga wilayah Papua.
“Secara pemasaran kami juga menangani klien di Puncak Jaya untuk membahas spek pertanian agribisnis. Basis kami banyak di agribisnis, masuk ke desa maupun kota,” tambahnya.
Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kampung tanpa menghilangkan nilai budaya dan sosial yang telah ada, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat desa dalam pengembangan produk lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....