Anak Rentan Bullying saat Kurang Dukungan Figur Ayah

  • 13 Jun 2026 12:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dinilai dapat membuat anak lebih rentan mengalami masalah sosial, termasuk menjadi korban perundungan (bullying). Kondisi ini banyak ditemukan pada anak laki-laki yang terlihat kurang percaya diri, mudah diintimidasi, dan kesulitan membela diri di lingkungan sekolah.

Seorang tenaga pendidik, Lilla Yustitia Prima Duhita, S.T., M.Pd, mengatakan bahwa anak membutuhkan dukungan emosional yang kuat dari keluarga dan sekolah agar mampu berkembang dengan sehat. Menurutnya, figur ayah tetap penting meskipun anak tinggal bersama kedua orang tuanya.

“Banyak anak yang secara fisik memiliki ayah di rumah, tetapi belum tentu mendapatkan pendampingan emosional yang cukup. Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi, anak bisa terlihat lebih lemah, kurang percaya diri, dan lebih mudah menjadi sasaran bullying,” ujarnya.

Ia menjelaskan kepada RRI Malang bahwa sekolah tidak bisa hanya fokus pada aspek akademik. Guru perlu lebih peka terhadap kondisi emosional siswa dan memberikan pendampingan secara personal, terutama bagi anak yang menunjukkan tanda-tanda menarik diri, mudah marah, atau kesulitan bersosialisasi.

“Tenaga pendidik perlu hadir sebagai pendamping, bukan hanya pengajar. Pendekatan personal, komunikasi yang hangat, dan perhatian terhadap kondisi anak sangat penting untuk membantu mereka merasa aman dan dihargai,” kata Lilla pada Jumat (12/6/2026).

Lilla juga menekankan pentingnya kehadiran figur laki-laki yang positif di sekolah. Menurutnya, guru laki-laki dapat menjadi teladan sekaligus sumber dukungan emosional bagi siswa, terutama bagi mereka yang kurang mendapatkan keterlibatan ayah di rumah. “Father’s feeling perlu hadir di sekolah. Guru laki-laki punya peran penting untuk menunjukkan sikap melindungi, membimbing, dan mendengarkan siswa. Anak-anak perlu merasakan bahwa ada orang dewasa yang peduli dan bisa mereka percaya,” tambahnya.

Ia berharap orang tua dan sekolah dapat bekerja sama lebih erat dalam mendampingi anak. Dengan keterlibatan ayah yang lebih aktif di rumah dan lingkungan sekolah yang suportif, anak diharapkan tumbuh lebih percaya diri, mampu menghadapi tekanan sosial, dan memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....