Brigade Pangan Regenerasi Petani Muda
- 18 Mei 2026 15:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Program Brigade Pangan menjadi upaya strategis pemerintah dalam meregenerasi petani muda dengan melibatkan kelompok usia produktif di bawah 40 tahun. Pembentukan ini juga merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan di berbagai daerah.
Brigade Pangan dibentuk melalui jalur kedinasan dengan tujuan memastikan setiap wilayah memiliki tim penggerak pertanian modern berbasis kolaborasi petani lokal. Keberadaan program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta mendukung pemanfaatan teknologi pertanian di seluruh Indonesia secara merata dan terstruktur.
“Salah satu kelompok yang aktif adalah Brigade Pangan Abipraya Nawasena yang berfokus pada pendampingan petani melalui penyediaan alat dan mesin pertanian modern.
Kelompok ini tidak bekerja sendiri, melainkan berkolaborasi dengan petani yang telah ada untuk meningkatkan efisiensi kerja di sektor pertanian. Pemanfaatan alat mesin pertanian atau alsintan modern menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pengolahan lahan hingga panen. Dengan dukungan teknologi tersebut, waktu kerja menjadi lebih singkat sehingga hasil panen dapat disesuaikan dengan target produksi yang telah direncanakan,” ujar Miftakhul Huda - Petani Milenial; Manager Brigade Pangan Abipraya Nawasena, Sabtu (16/05/2026).
Program Brigade Pangan juga telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pembukaan lahan baru di Kalimantan, Sumatera, hingga Papua. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperluas area tanam dan meningkatkan produksi pangan secara signifikan.
Dalam pertemuan antar pengelola, disampaikan bahwa potensi pendapatan petani melalui program ini dapat mencapai sepuluh juta rupiah per bulan. Hal tersebut dimungkinkan karena skala lahan yang dikelola cukup besar, minimal 150 hektare terutama di luar Pulau Jawa.
“Untuk wilayah Malang, Brigade Pangan Abipraya Nawasena mencakup empat kecamatan yaitu Turen, Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur. Keempat wilayah tersebut menjadi fokus pengembangan dengan memanfaatkan lahan yang sudah ada melalui kerja sama dengan kelompok tani setempat. Selain itu, Brigade Pangan juga aktif berkolaborasi dengan Balai Penyuluh Pertanian di masing-masing kecamatan untuk pendampingan teknis dan manajerial. Pendampingan ini penting untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai arahan dan memberikan manfaat maksimal bagi petani,” imbuhnya.
Program ini telah dibentuk sejak tahun 2025 dan kini tengah memasuki tahap pengajuan alsintan modern untuk mendukung operasional jangka panjang. Ke depan, sistem regenerasi kepengurusan juga disiapkan agar keberlanjutan program tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....