Limbah Popok Sekali Pakai Ancam Lingkungan, Perlu Pengelolaan Tepat

  • 18 Mei 2026 02:14 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Limbah popok sekali pakai hingga kini masih menjadi persoalan lingkungan yang cukup serius. Jumlah penggunaannya yang terus meningkat setiap tahun membuat volume sampah popok ikut bertambah, bahkan tidak sedikit yang dibuang sembarangan hingga berakhir di sungai dan mencemari lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian lebih dari masyarakat, terutama terkait cara pengelolaan limbah popok agar tidak semakin memperburuk pencemaran lingkungan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah memilah bagian popok sebelum dibuang.

Penerima Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Kategori Pembina Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 sekaligus penerima penghargaan pegiat lingkungan dari Wali Kota Malang Tahun 2026, Oeliva Iswandi, mengatakan bagian gel penyerap pada popok bekas masih dapat dimanfaatkan kembali sebagai media tanam.

“Bagian gel pada popok bekas dapat dimanfaatkan sebagai media tanam untuk menjaga kelembaban tanah. Sedangkan lapisan luar yang berbahan plastik bisa dikeringkan lalu dimasukkan ke dalam botol untuk dijadikan ecobrick,” ujarnya dalam dialog SPADA, Jumat (15/05/2026).

Menurut Oeliva, pemanfaatan kembali limbah popok dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir maupun mencemari sungai. Ia menilai masyarakat perlu mulai memahami bahwa beberapa bagian dari popok sekali pakai masih dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Salah satu bentuk pemanfaatannya ialah melalui pembuatan ecobrick. Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik hingga dapat dimanfaatkan menjadi berbagai barang bernilai guna seperti kursi, meja kecil, hingga bahan kerajinan lainnya.

Dengan memanfaatkan lapisan plastik dari popok bekas sebagai bahan ecobrick, jumlah limbah plastik yang terbuang dinilai dapat berkurang. Selain itu, cara tersebut juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga.

Meski demikian, Oeliva menegaskan bahwa pengolahan limbah popok hanya menjadi solusi sementara dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Menurutnya, langkah utama yang perlu dilakukan tetap dengan mengurangi penggunaan popok sekali pakai secara bertahap.

“Pengolahan limbah memang bisa membantu mengurangi pencemaran, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita mulai mengurangi penggunaan popok sekali pakai agar sampah yang dihasilkan tidak terus bertambah,” katanya.

Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap dampak limbah rumah tangga terhadap lingkungan dan mulai menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....