Limbah Popok Sekali Pakai Picu Ancaman Mikroplastik Bagi Lingkungan

  • 18 Mei 2026 02:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Limbah popok sekali pakai masih menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di Indonesia. Tingginya penggunaan popok sekali pakai di masyarakat membuat jumlah limbah yang dihasilkan terus meningkat setiap tahunnya. Padahal, kandungan plastik pada popok diketahui mencapai lebih dari 90 persen dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai secara alami di lingkungan.

Selain menimbulkan penumpukan sampah, popok bekas juga berpotensi menjadi sumber bakteri apabila tidak dibuang dengan benar. Pembuangan popok secara sembarangan, terutama ke sungai, dinilai dapat memperparah pencemaran lingkungan dan mengancam kesehatan manusia dalam jangka panjang.

Penerima Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Kategori Pembina Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 sekaligus penerima penghargaan pegiat lingkungan dari Wali Kota Malang Tahun 2026, Oeliva Iswandi, mengatakan limbah popok yang dibuang ke sungai dapat hancur menjadi partikel mikroplastik yang sulit terlihat oleh mata.

“Saat dibuang sembarangan, terutama ke sungai, limbah popok dapat pecah menjadi mikroplastik yang mencemari air. Mikroplastik tersebut kemudian dapat masuk ke tubuh ikan dan akhirnya dikonsumsi manusia,” jelasnya dalam program SPADA di Pro 2 RRI Malang, Jumat (15/05/2026).

Menurut Oeliva, sejumlah penelitian luar negeri juga telah menemukan keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencemaran plastik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Ia menilai kebiasaan membuang popok bekas secara sembarangan perlu segera dihentikan. Limbah popok sebaiknya dipisahkan dan diolah terlebih dahulu agar tidak mencemari tanah maupun sumber air di sekitar lingkungan permukiman.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mulai lebih bijak dalam menggunakan produk sekali pakai. Penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan dinilai dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu mengurangi pencemaran sampah plastik dari rumah tangga.

“Perubahan kecil dari rumah sebenarnya sangat berpengaruh. Kalau masyarakat mulai lebih bijak menggunakan produk sekali pakai, jumlah sampah yang dihasilkan juga bisa berkurang,” katanya.

Melalui edukasi dan perubahan kebiasaan masyarakat, pencemaran lingkungan akibat limbah popok diharapkan dapat ditekan sehingga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....