BGN Tampung Preferensi Menu Siswa dalam Program Makan Bergizi Gratis
- 12 Mei 2026 09:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Gizi Nasional mulai mengakomodasi aspirasi siswa terkait menu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, (11/5/2026).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa siswa kini diberi kesempatan untuk mengusulkan menu yang mereka sukai agar makanan yang disalurkan lebih sesuai dengan selera lokal dan dapat dikonsumsi secara optimal.
Menurutnya, usulan tersebut akan ditampung oleh petugas SPPG yang bertugas di lapangan. Siswa juga dapat menuliskan preferensi makanan mereka, yang kemudian akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan menu harian.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada tingkat penerimaan makanan oleh anak-anak di sekolah. Dengan begitu, makanan yang disediakan diharapkan tidak terbuang dan benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat.
BGN juga mencatat bahwa pendataan preferensi dilakukan secara lebih rinci, termasuk tekstur nasi hingga jenis beras yang disukai siswa, seperti nasi lembek atau nasi pera. Evaluasi ini dilakukan untuk menyesuaikan menu dengan kebiasaan makan anak di berbagai daerah.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada siswa yang memiliki pantangan makanan tertentu. Dalam beberapa kasus, menu akan disesuaikan atau diganti apabila siswa tidak menyukai bahan makanan tertentu agar tetap mendapatkan asupan gizi yang sesuai.
Sejak program ini berjalan, BGN mencatat adanya perubahan positif dalam pola konsumsi siswa. Beberapa anak yang sebelumnya kurang menyukai sayuran kini mulai terbiasa dan menerima menu berbasis nabati dalam keseharian mereka.
Saat ini, ribuan SPPG telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program MBG yang menyasar puluhan juta penerima manfaat. Di Kabupaten Bogor, distribusi makanan masih mengandalkan kombinasi kendaraan bermotor dan gerobak untuk menjangkau sekolah-sekolah dengan akses terbatas.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas program gizi nasional sekaligus meningkatkan kebiasaan makan sehat di kalangan pelajar sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....