SPPG Kedungkandang Buring 3 Libatkan UMKM dan SDM Lokal dalam Program MBG
- 10 Mei 2026 15:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di SPPG Kota Malang Kedungkandang Buring 3 tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak. Program tersebut juga melibatkan pelaku UMKM, pemasok bahan pangan, dan tenaga kerja lokal untuk mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
Kepala SPPG Kota Malang Kedungkandang Buring 3, Salsa Billa Novitasari mengatakan bahan pangan yang digunakan dalam program MBG diupayakan berasal dari wilayah sekitar. Langkah itu dilakukan agar manfaat program turut dirasakan masyarakat secara luas.
Menurut Salsa, pihaknya juga mengutamakan sumber daya manusia dari lingkungan sekitar dalam operasional dapur MBG. Mulai dari tenaga relawan, pengolah makanan, hingga distribusi melibatkan warga sekitar.
| Baca juga: Polresta Dirikan Dua SPPG Dukung MBG |
“Selain membantu pemenuhan gizi anak, program ini juga memberdayakan masyarakat sekitar melalui UMKM dan tenaga kerja lokal,” katanya dalam dialog Malang Menyapa di Pro1 RRI Malang, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan penyusunan menu dilakukan bersama ahli gizi dan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan. Menu disusun agar tetap memenuhi angka kecukupan gizi sekaligus memungkinkan proses produksi berjalan tepat waktu.
Sementara itu Ahli Gizi SPPG Kota Malang Kedungkandang Buring 3, Frida Arsana Kerisna Cahyani menjelaskan makanan bergizi tidak selalu identik dengan bahan mahal. Menurutnya, banyak bahan pangan lokal dengan nilai gizi baik dan harga terjangkau seperti tempe, telur, sayuran, hingga ikan lokal.
Frida menyebut pemilihan bahan pangan dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas makanan yang diterima siswa. Bahan baku yang tidak sesuai standar akan dikembalikan kepada pemasok.
"Menu MBG dibuat bervariasi agar anak tidak mudah bosan. Bentuk penyajian makanan bahkan dibuat menarik untuk meningkatkan minat makan anak-anak usia dini," jelas Frida.
Selain itu, pihak SPPG turut memberikan edukasi kepada guru, wali murid, dan penerima manfaat mengenai pentingnya pola makan sehat. Edukasi tersebut dinilai penting agar tujuan program dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Salsa menambahkan pihaknya berharap seluruh pelaksana MBG dapat menjalankan program sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian kualitas layanan dan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....