Program MBG Didorong Bentuk Kebiasaan Makan Sehat Anak sejak Dini
- 10 Mei 2026 15:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Program Makan Bergizi Gratis atau MBG dinilai menjadi langkah penting membangun kebiasaan makan sehat anak sejak usia dini. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi pola makan seimbang bagi anak dan keluarga.
Kepala SPPG Kota Malang Kedungkandang Buring 3, Salsa Billa Novitasari mengatakan program MBG dirancang menyesuaikan angka kecukupan gizi berdasarkan usia penerima manfaat. Mulai dari PAUD, siswa sekolah dasar, hingga remaja memiliki kebutuhan gizi berbeda yang sudah diperhitungkan dalam penyusunan menu.
Dalam dialog Malang Menyapa di Pro1 RRI Malang, Sabtu pagi, Salsa menjelaskan program MBG juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menurutnya, upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
Ia menyebut setiap menu yang dibagikan selalu memuat lima komponen utama berupa karbohidrat, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah. Menu tersebut disusun agar anak terbiasa mengenal makanan sehat dengan variasi bahan pangan lokal.
“Program ini bukan hanya memberi makan, tapi juga mengenalkan pola makan sehat dan gizi seimbang kepada anak-anak,” ujarnya pada Sabtu (9/5/2026).
Sementara itu Ahli Gizi SPPG Kota Malang Kedungkandang Buring 3, Frida Arsana Kerisna Cahyani menilai kebiasaan anak yang lebih memilih jajanan dibanding makanan utama menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan penyedap secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.
Frida menjelaskan menu MBG memang dibuat dengan rasa yang tidak terlalu kuat agar sesuai prinsip gizi seimbang. Ia mengakui beberapa anak sempat menganggap makanan terasa hambar karena terbiasa mengonsumsi makanan tinggi perasa.
"Edukasi orang tua sangat penting untuk mendukung keberhasilan program tersebut. Anak perlu dibiasakan mengonsumsi makanan sehat secara rutin agar terbentuk pola makan baik hingga dewasa," kata Frida.
Selain fokus pada kesehatan, program MBG juga disebut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. SPPG melibatkan UMKM, pemasok lokal, serta tenaga kerja dari lingkungan sekitar dalam proses penyediaan makanan bergizi.
Salsa berharap program MBG mampu membantu menurunkan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia. Ia juga berharap masyarakat mendapat informasi yang utuh mengenai pelaksanaan program agar tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....