Berawal Jualan Es dan Daster, Danis Kirana Kembangkan Bisnis Digital

  • 10 Mei 2026 15:10 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, MALANG – Co-Founder Dako Brand and Communication, Danis Kirana membagikan kisah perjalanan bisnisnya yang dimulai sejak usia sekolah dasar melalui pengalaman sederhana berjualan es. Cerita tersebut disampaikan dalam dialog Obrolan Ekonomi Digital di Radio Republik Indonesia Pro 1 Malang.

Danis mengaku ketertarikannya pada dunia usaha tumbuh sejak kecil dan terus berlanjut hingga masa kuliah. Saat kuliah, ia sempat berjualan daster dengan model dan corak yang disesuaikan dengan anak muda.

“Aku baru sadar ternyata dari dulu memang sudah senang jualan. Dari SD diminta jualan es, terus waktu kuliah jualan daster,” ujarnya pada RRI ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Danis, pengalaman berjualan sejak kecil memberinya pemahaman tentang cara menawarkan produk dan berinteraksi dengan konsumen. Ia juga mulai memahami bahwa keuntungan bisnis diperoleh dari proses pemasaran yang dilakukan dengan baik.

Seiring perkembangan teknologi, bisnis yang dijalankannya kemudian mulai bertransformasi mengikuti perkembangan internet dan media sosial. Awalnya, Dako Brand and Communication bergerak di bidang jasa kreatif seperti desain dan percetakan.

“Awalnya kami banyak bantu desain dan percetakan. Lalu mulai belajar digital marketing meskipun bukan dari background IT,” katanya. Ia mengaku proses adaptasi menuju dunia digital membutuhkan banyak pembelajaran baru.

Danis mengatakan dirinya harus mempelajari pembuatan konten, desain promosi, hingga strategi komunikasi digital secara mandiri. Meski tidak memiliki latar belakang teknologi informasi, ia tetap berusaha memahami perkembangan dunia digital.

Dari proses tersebut, Danis bersama tim kemudian mengembangkan board game bertema digital marketing untuk media pembelajaran yang lebih menyenangkan. Permainan tersebut kini digunakan oleh berbagai kalangan mulai pelaku UMKM hingga institusi pendidikan.

“Belajar itu sebenarnya bisa fun. Makanya kami bikin board game supaya orang belajar digital marketing dengan cara yang lebih menyenangkan,” jelasnya. Selain board game, Danis dan tim juga mulai mengembangkan game online berbasis storytelling.

Menurutnya, pengembangan game dilakukan melalui proses uji pasar untuk melihat respons pengguna secara langsung. Dari hasil pengujian tersebut, mereka menemukan banyak anak-anak dan perempuan tertarik memainkan game karena desain karakter yang lucu.

Danis menilai perkembangan ekonomi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mencoba berbagai usaha kreatif berbasis internet. Namun, ia menekankan pentingnya kemauan belajar dan keberanian memulai dari langkah sederhana.

“Kalau mau mencoba bisnis digital, enggak harus langsung besar. Bisa mulai dari bantu jualin produk orang dulu sambil belajar market,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....