Pelaku UMKM Diminta Peka Tren dan Berani Tes Pasar di Era Digital
- 10 Mei 2026 15:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, MALANG – Co-Founder Dako Brand and Communication, Danis Kirana menilai pelaku usaha di era digital harus peka terhadap perubahan perilaku pasar dan perkembangan tren konsumen. Hal itu disampaikannya dalam dialog Obrolan Ekonomi Digital di Radio Republik Indonesia Pro 1 Malang bertema “Peluang dan Tantangan Bisnis di Era Digital”.
Menurut Danis, perkembangan teknologi membuat peluang bisnis semakin terbuka luas bagi siapa saja yang mau belajar dan mencoba. Namun, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk, melainkan juga harus memahami kebutuhan pasar dengan baik.
“Kalau sekarang saran saya lakukan riset market dulu. Kebutuhan mereka apa, kita bisa memenuhi itu, ya sudah kita bikin itu,” ujarnya saat dikonfirmasi RRI pada Sabtu (9/5/2026).
Danis menjelaskan pola pemasaran digital saat ini juga mengalami perubahan cukup besar dibanding beberapa tahun lalu. Masyarakat kini dinilai lebih percaya pada ulasan yang terasa jujur, relevan, dan humanis dibanding promosi berlebihan.
“Sekarang yang lebih didengarkan justru orang-orang kecil yang relate. Orang mulai jenuh dengan informasi yang terlalu berlebihan, konsumen kini lebih kritis dalam melihat kualitas produk maupun ulasan pengguna lain," katanya.
Menurutnya, kualitas produk tetap menjadi faktor utama agar konsumen melakukan pembelian ulang dan memberikan penilaian positif. Sebab, promosi yang baik tidak akan bertahan lama jika produk yang dijual tidak sesuai harapan pembeli.
“Orang beli itu sekarang bukan cuma lihat produknya, tapi juga review dan pengalaman pengguna lain,” tambahnya. Ia mengingatkan pelaku usaha untuk tidak hanya fokus membangun tampilan promosi, tetapi juga menjaga kualitas layanan.
Dalam kesempatan tersebut, Danis juga mendorong pelaku UMKM untuk berani melakukan pengujian pasar sebelum memproduksi barang dalam jumlah besar. Cara sederhana seperti membagikan sampel produk dinilai efektif untuk mengetahui respons konsumen secara langsung.
“Tes pasar dulu. Minta orang mengkritik sejujur-jujurnya, lalu diperbaiki lagi sebelum diproduksi lebih banyak,” ujarnya.
Danis turut menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin dekat dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha selama digunakan secara bijak dan tetap disertai kemampuan berpikir kritis.
“Teknologi berkembang, manusianya juga harus berkembang dengan belajar,” pungkasnya. Ia berharap pelaku usaha muda terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....