Pembuangan Minyak Jelantah Ancam Lingkungan
- 10 Mei 2026 11:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID – Malang: Human Roots Indonesia mengingatkan pembuangan minyak jelantah sembarangan masih sering dilakukan masyarakat meskipun sebagian telah memahami dampaknya bagi kesehatan. Minyak bekas memasak umumnya dibuang langsung menuju wastafel, saluran air, tanah, hingga sungai tanpa proses pengelolaan berkelanjutan terlebih dahulu.
“Pembuangan minyak menuju wastafel dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran pipa rumah tangga masyarakat seharihari. Kondisi tersebut terjadi karena minyak memiliki sifat kimia berbeda dibandingkan air sehingga mudah membentuk gumpalan dalam suhu tertentu. Air memiliki karakter cair yang tetap mengalir pada suhu normal sehingga tidak mudah menyebabkan penyumbatan saluran pembuangan rumah tangga masyarakat. Sebaliknya, minyak cenderung menggumpal lebih cepat dan menempel pada bagian pipa hingga akhirnya menutup aliran air secara perlahan,” ujar Lailia Yuslichati Rahmadani, S.T., M.Ling - Expert Team Human Roots Indonesia, Sabtu (09/05/2026).
Penyumbatan saluran air akibat minyak jelantah seringkali baru disadari masyarakat setelah kondisi pipa mengalami kerusakan cukup parah dirumah mereka. Setelah ditelusuri, penyebab utama kerusakan tersebut berasal dari kebiasaan membuang minyak bekas memasak langsung menuju wastafel rumah tangga.
“Selain mencemari saluran air rumah, minyak jelantah yang dibuang ke sungai juga berdampak terhadap ekosistem perairan secara berkelanjutan. Lapisan minyak dipermukaan sungai dapat menghalangi masuknya sinar matahari menuju bagian bawah air sehingga mengurangi kadar oksigen alami. Penurunan kadar oksigen tersebut berpotensi mengganggu kehidupan ikan serta berbagai organisme air lainnya dalam ekosistem sungai masyarakat sekitar. Kondisi tersebut menunjukkan limbah minyak rumah tangga memiliki dampak lingkungan cukup luas apabila tidak dikelola secara tepat dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Dampak limbah minyak juga terjadi pada tanah ketika masyarakat membuang minyak bekas langsung menuju area sekitar rumah tinggal mereka. Minyak yang meresap kedalam tanah dapat mengurangi porositas sehingga penyerapan air hujan menjadi lebih sulit dibandingkan kondisi normal.
“Selain menghambat penyerapan air, limbah minyak pada tanah juga berpotensi mengganggu kehidupan organisme seperti cacing dan hewan kecil lainnya. Kerusakan tersebut dapat mempengaruhi kualitas tanah serta keseimbangan lingkungan dalam jangkapanjang apabila terus terjadi tanpa pengendalian tepat,” tuturnya.
Human Roots Indonesia menilai dampak minyak jelantah tidak hanya menyangkut kesehatan dan lingkungan, tetapi juga aspek ekonomi masyarakat luas. Minyak bekas memasak sebenarnya masih memiliki nilai jual bagi industri sirkular sehingga tidak seharusnya dibuang siasia oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....