Menko Pangan Zulhas Tinjau Program MBG di Dua Sekolah Favorit Kota Probolinggo

  • 24 Apr 2026 15:05 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke dua sekolah favorit di Kota Probolinggo, yakni MAN 2 Kota Probolinggo dan SMAN 1 Kota Probolinggo, Jumat (24/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memastikan kualitas makanan yang diterima para siswa sesuai standar gizi dan kelayakan konsumsi.

Dalam peninjauan itu, Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—mengecek langsung menu MBG yang disajikan kepada siswa. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah memiliki hak penuh untuk menolak makanan apabila tidak sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kalau makanan yang dikirim tidak sesuai standar, kepala sekolah bisa komplain. Sekali, dua kali, tiga kali, bisa ditutup SPPG-nya,” tegas Zulhas.

Ia menilai kualitas makanan dalam program MBG harus dijaga dengan baik karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi generasi bangsa. Karena itu, seluruh penyedia layanan makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta disiplin dalam menjaga mutu, kebersihan, dan keamanan pangan.

Namun demikian, Zulhas mengimbau pihak sekolah agar tidak langsung menyebarkan temuan makanan bermasalah melalui media sosial. Menurutnya, langkah yang lebih tepat adalah menyampaikan langsung kepada pihak penyedia agar segera dilakukan evaluasi.

“Jangan dibuat konten lalu disebarkan. Lebih baik langsung ditolak dan disampaikan ke pihak SPPG. Kalau tiga kali mengulang kesalahan, izin bisa dicabut,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat arahan langsung dari Presiden untuk rutin turun ke daerah guna memastikan berbagai program pemerintah berjalan optimal.

“Saya diarahkan Presiden, satu minggu tiga hari keliling daerah. Kemarin dari Semarang, hari ini Probolinggo dan Pasuruan, besok ke Palembang dan Balikpapan,” tambahnya.

Selain program MBG, agenda kunjungan lapangan juga mencakup pengecekan ketersediaan pupuk, harga gabah, kondisi irigasi, hingga memastikan siswa merasa nyaman dan senang dengan makanan yang disediakan.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi kasus keracunan makanan di sekolah.

Menurutnya, setiap sekolah telah dibekali standar operasional prosedur (SOP) penanganan makanan. Jika ditemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi, sekolah dapat langsung melakukan penolakan.

“Begitu ada indikasi tidak sesuai, sekolah berhak menolak. Ini terus kami pantau dan laporannya kami minta setiap minggu,” jelasnya.

Selain meninjau pelaksanaan MBG, Zulhas juga mengecek pengelolaan limbah dari dapur penyedia makanan. Pemerintah Kota Probolinggo disebut telah melakukan pembenahan, termasuk pemanfaatan limbah organik menjadi pakan ternak.

Program MBG di Kota Probolinggo terus diperkuat agar berjalan sehat, aman, dan benar-benar memberi manfaat nyata bagi para pelajar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....