Becak Listrik Ubah Hidup Misno dan Suratman

  • 20 Jan 2026 19:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Usia tak lagi muda, tenaga kian terbatas, namun semangat hidup Pak Misno (78) dan Suratman (65) tetap menyala. Puluhan tahun mereka mengais rezeki dengan mengayuh becak kayuh. Kini, hidup keduanya perlahan berubah setelah menerima becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Misno, warga Gadang Gang 19 RT 6/RW 3 Kota Malang, telah menarik becak sejak tahun 1972 hingga 2025. Setiap hari ia biasa mangkal mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Namun penghasilannya tidak pernah pasti.

“Kadang tidak dapat uang sama sekali, kadang dapat 50 sampai 70 ribu. Kalau ada orang sedekah nasi 10 bungkus, saya bagi ke teman-teman sesama tukang becak,” tutur Misno dengan suara lirih.

Di usianya yang hampir 80 tahun, mengayuh becak bukan lagi perkara mudah. Karena itu, bantuan becak listrik menjadi harapan baru agar ia tetap bisa bekerja tanpa harus memaksakan tenaga.

Kisah serupa dialami Suratman (65). Selama 35 tahun ia menarik becak kayuh untuk menyambung hidup. Ia bercerita, awal mula mendapatkan becak listrik berawal saat dirinya didatangi relawan Presiden Prabowo ketika mangkal di depan Skodam.

“Waktu itu ada relawan datang, katanya mau bagi becak listrik. Saya didata dulu, lalu beberapa waktu kemudian dihubungi lewat WhatsApp. Alhamdulillah, dapat gratis,” ujar Suratman.

Kini Suratman biasa mangkal di kawasan Alun-alun Tugu Malang. Ia mengakui, beralih dari becak kayuh ke becak listrik membutuhkan penyesuaian, terutama soal pengisian daya.

“Kalau listrik harus ngecas, watt-nya juga lumayan. Tapi kalau ada tempat ngecas gratis, ya kita tinggal datang,” katanya.

Selama ini, penghasilannya juga tidak menentu. Terkadang hanya mendapat sedekah makan atau sembako. Meski begitu, ia mengaku tetap mensyukuri apa pun yang diterimanya.

“Yang penting masih bisa jalan dan masih bisa makan,” ucapnya sederhana.

Misno dan Suratman merupakan bagian dari 200 pengemudi becak yang menerima becak listrik dalam program kolaborasi Pemerintah Kota Malang dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Halaman Balai Kota Malang, Rabu (21/1/2026).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak, tetapi juga mendorong transportasi ramah lingkungan dan mendukung sektor pariwisata.

Pemkot Malang juga telah menyiapkan 37 titik pengisian daya listrik di berbagai lokasi strategis, khususnya kawasan wisata dan sekitar hotel, dan jumlahnya akan terus ditambah.

Bagi Misno dan Suratman, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru. Lebih dari itu, bantuan ini menjadi simbol harapan baru agar mereka tetap bisa bertahan hidup dengan lebih ringan dan lebih bermartabat di usia senja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....