Dinsos Pasuruan Tegaskan Komitmen Dalam Membangun Sekolah Rakyat

  • 15 Jan 2026 08:26 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Dinas Sosial Kota Pasuruan menegaskan komitmennya dalam pelaksanaan dan keberlanjutan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kota Pasuruan.

Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengatakan, Pemerintah Kota Pasuruan telah menyiapkan lahan seluas 7,3 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

“Saat ini Pemerintah Kota Pasuruan menyediakan lahan sekitar 7,3 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen,” ujar Kokoh dalam Dialog Malang Menyapa edisi Rabu 14 Januari 2026.

Ia juga menjelaskan, Program Sekolah Rakyat rintisan telah berjalan selama enam bulan dengan memanfaatkan Gedung SD Kandang Sapi yang berada di tengah kota. Program tersebut saat ini menampung 50 siswa, terdiri dari 24 siswa perempuan dan 26 siswa laki-laki.

Pemilihan siswa dilakukan berdasarkan pendataan kemiskinan desil 1 dan desil 2. Pada tahap awal, tercatat sebanyak 319 siswa yang mendaftar. Selanjutnya dilakukan penyaringan melalui pengecekan lapangan, termasuk kondisi tempat tinggal serta keadaan orang tua. Dari hasil tahapan tersebut, ditetapkan 50 siswa sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.

Selain siswa, program ini juga melibatkan sebanyak 30 guru serta tenaga kependidikan lainnya, termasuk wali asuh, tenaga keamanan, dan juru masak.

Kokoh juga memaparkan sistem pembelajaran Sekolah Rakyat rintisan yang menerapkan konsep boarding school atau asrama.

“Sekolah Rakyat sistemnya boarding school atau asrama. Di luar jam sekolah, mereka juga mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, entertainment, pelatihan pembinaan, olahraga, serta penguatan karakter,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah enam bulan mengikuti program Sekolah Rakyat, para siswa menunjukkan perkembangan yang positif.

“Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan lebih aktif,” tambah Kokoh.

Lebih lanjut, Kokoh mengungkapkan target persiapan Sekolah Rakyat permanen yang direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2026. Proses pembangunan fisik telah dimulai sejak tahun 2025.

Sementara itu, seleksi siswa masih menunggu juknis dari Kementerian Sosial, serta saat ini tengah dilakukan verifikasi dan validasi penduduk desil 1 dan desil 2, termasuk penerima bantuan sosial.

“Harapannya Program Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya. (Annisa Zahratul Jannah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....