HKTI Kabupaten Malang Uji Coba Varietas Padi Organik

  • 08 Jan 2026 10:41 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang tengah menguji coba varietas padi organik baru dengan produktivitas mencapai 12 ton per hektare. Angka ini dinilai menonjol karena hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata hasil panen padi konvensional.

Varietas yang masih dalam tahap pengembangan dan belum diberi nama tersebut dipanen perdana di lahan persawahan Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Panen awal ini menjadi bagian dari rangkaian penelitian berkelanjutan sebelum benihnya dilepas ke petani.

Ketua DPC HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh, menjelaskan bahwa uji tanam akan dilakukan berulang hingga diperoleh hasil paling optimal. “Ini masih gelombang pertama. Kami akan tanam lagi hingga dua atau tiga kali. Kami akan coba sampai menghasilkan yang terbaik, baru akan kami beri nama,” ujarnya.

Menurut Makhrus, produktivitas tinggi varietas ini ditopang oleh karakter tanaman yang memiliki malai lebih tinggi dengan jumlah bulir yang dapat mencapai sekitar 500 butir per malai. Namun, potensi tersebut hanya bisa dicapai dengan penerapan budidaya organik secara penuh. Tanaman justru berisiko roboh apabila ditanam dengan sistem non-organik.

Saat ini, HKTI Kabupaten Malang masih memfokuskan kegiatan pada tahap penelitian lapangan. Setelah memperoleh hasil yang konsisten, proses akan dilanjutkan dengan pengurusan perizinan, sosialisasi, hingga pendistribusian benih ke Pengurus Anak Cabang (PAC) HKTI di seluruh kecamatan.

Selain unggul dari sisi produktivitas, padi ini juga dikembangkan untuk menghasilkan beras organik yang lebih aman dikonsumsi karena bebas residu bahan kimia. Aspek tersebut dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pangan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Sebelumnya, HKTI Kabupaten Malang juga telah mengembangkan varietas padi non-organik Sukma dan Kasima dengan potensi hasil panen 12–14 ton per hektare serta ketahanan terhadap serangan hama. Uji coba varietas organik terbaru ini diharapkan menjadi terobosan lanjutan dalam peningkatan produksi padi yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....