BNNK Pasuruan Periksa Urine Supir dan Awak Bus di Terminal Pandaan

  • 17 Mar 2026 19:43 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Untuk memastikan kondisi kesehatan para supir dan awak bus saat mengangkut penumpang yang akan mudik ke Pasuruan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan melaksanakan pemeriksaan urine, Selasa (17/3/2026) siang.

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan di Terminal Pandaan dan dipimpin langsung oleh Ketua BNNK Kabupaten Pasuruan, Masduki.

Pantauan di lokasi, tak kurang dari 20 orang sopir dan kru bus diminta memberikan sampel urine mereka untuk diuji secara langsung oleh tim medis di terminal.

Selama kegiatan, petugas secara teliti memeriksa satu per satu hasil tes guna memastikan tidak ada zat adiktif yang masuk ke dalam tubuh para pengemudi.

Menurut Masduki, digelarnya pemeriksaan urine bagi supir dan awak bus sangat efektif untuk mengetahui lebih jauh kondisi kesehatan mereka. Dalam artian, apabila ternyata diketahui dalam kondisi pengaruh obat-obatan terlarang, maka bisa berbahaya bagi penumpang bus itu sendiri.

"Kita fokus pemeriksaan kondisi kesehatan para awak bus guna menghindari risiko fatal akibat pengaruh obat-obatan terlarang selama perjalanan," katanya.

Dijelaskan Masduki, sasaran utama kegiatan ini adalah pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pengemudi angkutan umum.

Hasilnya, sebagian besar awak bus dinyatakan bersih dari narkotika. Namun, petugas sempat menemukan satu hasil yang menunjukkan reaksi berbeda, namun setelah diklarifikasi ternyata bersumber dari konsumsi obat legal.

“Output kita adalah dalam rangka menekan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Pasuruan dan mengamankan pengguna jalan agar nyaman,” imbuhnya.

Lebih lanjut Masduki menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan hasil positif palsu yang dipicu oleh konsumsi obat medis tertentu oleh sang sopir.

Tak lupa, ia mengingatkan agar para sopir tidak memaksakan diri bekerja jika kondisi fisik sedang tidak bugar atau memerlukan pengobatan dosis tinggi.

“Tadi ada false positif karena menggunakan obat, sudah kita konfirmasi obatnya dan kita anggap itu bukan penyalahgunaan narkotika,” ungkapnya menenangkan situasi.

Diketahui, Kegiatan di Terminal Pandaan ini ditutup dengan imbauan keras bagi seluruh kru bus untuk tetap menjauhi narkoba demi menjaga integritas profesi mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....