Cegah Kecelakaan Mudik, Sopir Bus Arjosari Dicek
- 10 Mar 2026 21:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pemerintah Kota Malang bersama Polresta Malang Kota melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Tipe A Arjosari, Jalan Raden Intan, Selasa (10/3/2026).
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB dan diikuti 115 pengemudi serta awak bus.
Tim medis dari Dokkes Polresta Malang Kota, BNN Kota Malang, dan Dinas Kesehatan Kota Malang dilibatkan dalam pemeriksaan tersebut. Para pengemudi menjalani sejumlah tes mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana, hingga tes alkohol dan narkoba.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang turut meninjau kegiatan itu menegaskan bahwa kondisi kesehatan pengemudi angkutan umum sangat berpengaruh terhadap keselamatan penumpang selama perjalanan.
“Sebagian besar pengemudi dinyatakan layak mengemudi,” ujar Wahyu di lokasi.
Meski demikian, dari hasil pemeriksaan ditemukan beberapa catatan. Salah satunya tekanan darah yang cukup tinggi pada sejumlah pengemudi yang baru menyelesaikan perjalanan jauh sehingga belum sempat beristirahat.
Selain itu, terdapat satu pengemudi yang dinilai memiliki respons pendengaran kurang baik sehingga disarankan menjalani pemeriksaan lanjutan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Kabagops Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli, Kasatlantas AKP Rio Angga Prasetyo, Kepala BNN Kota Malang, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala UPT Terminal Arjosari.
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo menjelaskan pemeriksaan kesehatan sopir bus ini merupakan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat faktor manusia, terutama menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026.
“Tujuannya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat saat mudik sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas,” kata Rio.
Dari total 115 pengemudi yang diperiksa, hasil tes menunjukkan kadar gula darah sebagian besar normal dan seluruh pengemudi dinyatakan negatif narkoba.
Hanya satu pengemudi yang terdeteksi memiliki kadar alkohol sebesar 0,2. Namun kondisi tersebut masih dinilai aman karena pengemudi didampingi sopir cadangan. Sementara satu pengemudi lainnya dengan gangguan pendengaran akan dipantau lebih lanjut.
Rio berharap dengan pemeriksaan kesehatan tersebut perjalanan masyarakat selama arus mudik Lebaran dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
“Dengan memastikan kondisi kesehatan pengemudi, kami berharap perjalanan mudik masyarakat bisa berjalan aman,” pungkasnya.