PT KAI Pastikan Keamanan Angkutan Lebaran dengan Mitigasi Bencana
- 27 Feb 2026 09:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melakukan mitigasi bencana dan cek lintas di sejumlah titik rawan di wilayah Malang. Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan keselamatan dan kelancaran operasional selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Kegiatan difokuskan pada lokasi yang berpotensi longsor, khususnya di KM 25+700 petak jalan Sengon–Lawang serta di emplasemen Stasiun Malang.
“Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan perusahaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan kondisi geografis yang rawan menjelang puncak arus mudik,” kata Manager Humas KAI Daop 8, Mahendro Trang Bawono, Jumat (27/2/2026).
Cek lintas dipimpin langsung Executive Vice President Daop 8 Surabaya bersama jajaran manajemen dan tim teknis. Peninjauan dilakukan dengan menyusuri jalur rel di area berisiko tinggi, termasuk pemeriksaan kondisi lereng, vegetasi di sekitar jalur, sistem drainase, hingga stabilitas tanah di sepanjang lintasan.
“Pada titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, KAI telah melakukan penanganan awal serta menyiapkan langkah mitigasi lanjutan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah yang dapat mengganggu perjalanan kereta api,” tuturnya.
Di wilayah lintas selatan, terdapat tiga Daerah Perhatian Khusus (Dapsus) yang menjadi fokus pemantauan selama masa Angkutan Lebaran, yakni KM 49+000 s.d 49+200 petak jalan Blimbing–Malang, KM 70+500 s.d 72+300 petak jalan Kepanjen–Ngebrug, serta KM 87+400 s.d 87+900 petak jalan Pohgajih–Kesamben.
“Seluruh titik tersebut berada dalam pengawasan intensif petugas prasarana, dengan penguatan penjagaan, pemeriksaan rutin, serta kesiapan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) guna mengantisipasi gangguan operasional,” ungkap Mahendro.
Selain lintas jalur, rombongan juga melakukan pemeriksaan di emplasemen Stasiun Malang, meliputi fungsi wesel, kondisi sambungan rel, sistem drainase, hingga perlintasan di sekitar kawasan Kampung Warna-Warni Jodipan.
“Melalui pengecekan lintas dan pemantauan di lokasi Dapsus, kami memastikan seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan genangan akibat curah hujan tinggi. Upaya ini dilakukan agar perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, mitigasi bencana dan pemeriksaan prasarana secara berkala menjadi prioritas, terutama di titik-titik rawan gangguan alam maupun teknis.
Cek lintas dipimpin langsung Executive Vice President Daop 8 Surabaya bersama jajaran manajemen dan tim teknis. Peninjauan dilakukan dengan menyusuri jalur rel di area berisiko tinggi, termasuk pemeriksaan kondisi lereng, vegetasi di sekitar jalur, sistem drainase, hingga stabilitas tanah di sepanjang lintasan.
“Pada titik yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, KAI telah melakukan penanganan awal serta menyiapkan langkah mitigasi lanjutan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah yang dapat mengganggu perjalanan kereta api,” tuturnya.
Di wilayah lintas selatan, terdapat tiga Daerah Perhatian Khusus (Dapsus) yang menjadi fokus pemantauan selama masa Angkutan Lebaran, yakni KM 49+000 s.d 49+200 petak jalan Blimbing–Malang, KM 70+500 s.d 72+300 petak jalan Kepanjen–Ngebrug, serta KM 87+400 s.d 87+900 petak jalan Pohgajih–Kesamben.
“Seluruh titik tersebut berada dalam pengawasan intensif petugas prasarana, dengan penguatan penjagaan, pemeriksaan rutin, serta kesiapan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) guna mengantisipasi gangguan operasional,” ungkap Mahendro.
Selain lintas jalur, rombongan juga melakukan pemeriksaan di emplasemen Stasiun Malang, meliputi fungsi wesel, kondisi sambungan rel, sistem drainase, hingga perlintasan di sekitar kawasan Kampung Warna-Warni Jodipan.
“Melalui pengecekan lintas dan pemantauan di lokasi Dapsus, kami memastikan seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan genangan akibat curah hujan tinggi. Upaya ini dilakukan agar perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, mitigasi bencana dan pemeriksaan prasarana secara berkala menjadi prioritas, terutama di titik-titik rawan gangguan alam maupun teknis.
“Dengan deteksi dini dan respons cepat, potensi gangguan dapat diminimalkan sebelum berdampak pada operasional,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....