Inovasi Puding Golden Milk dan Website MENARA, Langkah Baru Edukasi Kesehatan
- 20 Agt 2026 11:53 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Edukasi kesehatan menstruasi bagi remaja putri kini dikemas dengan cara baru yang kreatif dan relevan dengan generasi muda. Melalui program Pemberdayaan Remaja Putri melalui Edukasi Kesehatan Menstruasi dan Inovasi Puding Golden Milk Berbasis Website Digital MENARA, pendekatan edukasi gizi, praktik olahan pangan, dan pemanfaatan teknologi digital dipadukan dalam satu rangkaian kegiatan yang interaktif.
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan masih maraknya mitos dan minimnya pemahaman yang benar seputar menstruasi di kalangan remaja. Melalui integrasi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam aktivitas praktis.
Edukasi Multidimensi: Dari Dapur hingga Platform Digital
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan workshop interaktif seputar kebersihan diri, perubahan fisik, serta pola hidup sehat saat menstruasi. Sesi diskusi dibuat dua arah agar peserta merasa nyaman berkonsultasi dan mengklarifikasi berbagai informasi salah yang selama ini beredar.
Tak berhenti pada teori, para peserta diajak langsung ke dapur untuk mempraktikkan pembuatan Puding Golden Milk—olahan pangan berbahan dasar susu, kunyit, dan jahe. Inovasi ini diperkenalkan sebagai solusi edukasi gizi yang lezat dan akrab dengan selera anak muda, sekaligus mengenalkan manfaat bahan alami untuk meredakan keluhan saat menstruasi.
Sebagai penutup rangkaian edukasi tatap muka, para peserta mendaptkan pendampingan dalam mengoperasikan Website Digital MENARA. Platform digital ini disiapkan sebagai media belajar mandiri yang dapat diakses kapan saja, memastikan arus informasi kesehatan tetap berlanjut setelah kegiatan usai.
Pengetahuan Meningkat Signifikan
Pendekatan holistik ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman para peserta secara signifikan. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, rata-rata nilai pengetahuan peserta melonjak dari 61% menjadi 85% (mengalami peningkatan sebesar 24%).
Selain peningkatan skor secara kuantitatif, peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama praktik pembuatan puding dan simulasi pengoperasian situs web.
"Melalui integrasi edukasi kesehatan, inovasi pangan, dan teknologi digital, program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis dan akses informasi yang berkelanjutan bagi remaja putri," ujar Fitria Aisyah, M.Kes., Dosen Poltekkes WHN Malang sekaligus Penanggung Jawab program, Kamis (20/8/2026).
Mendorong Remaja yang Lebih Berdaya
Melalui program MENARA, remaja putri tidak lagi sekadar menjadi penerima informasi pasif, melainkan subjek aktif yang mampu mengambil keputusan tepat terkait kesehatan reproduksinya.
Ke depan, Website Digital MENARA diharapkan terus berkembang menjadi rujukan edukasi kesehatan yang ramah remaja, sementara resep Puding Golden Milk dapat menjadi inspirasi olahan gizi harian. Kombinasi inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang sehat, terampil, dan berdaya di era digital. (dwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....