Sayyidatuna Fatimah Azzahra Perempuan Lembut dan Penyabar
- 25 Sep 2024 21:06 WIB
- Samarinda
KBRN Samarinda ; Allahumma Salli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad, pertama tama kita sampaikan salawat salam kepada Sayyidina Rasullullah SAW sebagai penghulu seluruh Nabi dan Rasul. Sebelum kita mengisahkan putri Beliau SAW. Sebab Sayyidatuna Fatimah Azzahra adalah putri kesayangan Sayyidina Rasullullah SAW.
Sayyidatuna Fatimah Azzahra merupakan putri Nabi Muhammad SAW. Ia adalah sosok perempuan yang berwatak lembut, Beliau Azzahra adalah istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Bahkan ayah dan ibunya dijadikan figur atau teladan utama dalam kesehariannya.
Dilansir dari jatim.nu.or.id. Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra lahir di kota Makkah Al-Mukarramah. pada hari Jum'at tanggal 20 Jumadil Akhir. Sayyidina Rasulullah SAW memberi nama putri beliau dengan nama Sayyidatuna Fatimah sebab Allah SWT telah mengharamkan baginya neraka. Ia diberi gelar Azzahra karena Sayyidatuna Fatimah adalah bunga yang indah dengan sebaik-baik ciptaan.
Sayyidah Fatimah juga diberi gelar Al batul karena ibadahnya tak pernah putus, baik perbuatan ataupun perkataan. Rasulullah memberi gelar pula ummi abihah karena kasih sayang dan kelembutan yang tercurah dari dirinya kepada ayahnya, Nabi Muhammad SAW.
Sayyidatuna Fatimah Azzahra adalah wanita yang mulia, akhlaknya yang menawan, lisannya terjaga dan berkata jujur. Banyak keistimewaan Sayyidatuna Fatimah Azzahra binti Rasullulllah SAW yang tidak dimiliki wanita lain diantaranya adalah tidak pernah haid dan nifas sehingga Beliau Azzahra tidak pernah meninggalkan salat.
Umat Islam di penjuru dunia menyebutnya belahan jiwa Al-Musthafa. Barang siapa yang membuat Sayyidatuna Fatimah Azzahra murka, maka ia membuat Rasullullah SAW murka. Dan barang siapa yang membuatnya ridha, sesungguhnya Rasullullah SAW pun ridha padanya.
Diketahui Sayyidatuna Fatimah adalah Pemimpin wanita di Surga, walaupun Beliau Azzahra ditinggal oleh ibunya Sayyidatuna Khadijah Al-Kubra, ia mampu menyimpan kesedihannya. Model pendidikan yang ia terima di keluarga, tertular dengan baik pada Sayyidina Fatimah Azzahra. Sehingga saat mengarungi hidup berumahtangga bersama Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, ia rela hidup sederhana.
Keteladanan Sayyidina Rasullullah SAW dalam mendidik anak, menciptakan generasi yang penyabar. Kita tidak pernah mendengar kisah bahwa Sayyidatuna Fatimah Azzahra mendesak suaminya memberi nafkah.
Kesulitan ekonomi yang dialami Beliau Azzahra tidak pernah membuat Beliau Azzahra risau, ia tunjukkan ketabahan dan kesabaran. Hingga ia menerima kondisi Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan mahar seharga baju perang atas perintah Rasulullah SAW.
Semoga seluruh wanita di dunia bisa meneladani kesabaran Sayyidatuna Fatimah Azzahra dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....