Makna dan Kedudukan Lembuswana Bagi Masyarakat Kutai
- 12 Sep 2024 12:17 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Lembuswana merupakan hewan mitologi Indonesia yang menjadi simbol kerajaan Kutai. Sebagai simbol yang sarat makna, lembuswana memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Kutai. Hal itu disampaikan Awang Irwan, budayawan dan pengamat budaya Kutai saat dialog di RRI dalam acara Pesona Antar Komunitas (PANTAS) Kutai, pada Rabu (04/09/2024).
Menurutnya, lembuswana tidak hanya menggambarkan suatu objek fisik, tetapi juga melambangkan konsep-konsep luhur dalam sistem kepercayaan masyarakat Kutai. “Dalam konteks adat Kutai, lembuswana sering digunakan dalam upacara-upacara yang melibatkan permohonan kepada roh leluhur atau dewa untuk keselamatan dan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia menambahkan, lembuswana memegang peranan penting dalam pelestarian sejarah dan tradisi. Melalui lembuswana, kita dapat memahami dan menghargai nilai-nilai luhur yang telah diturunkan oleh para leluhur. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa budaya Kutai tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Pembina Keroan Koetai Bersatoe itu menjelaskan, lembuswana memiliki falsafah Paksi Liman Jonggo Yokso dimaksudkan bahwa seseorang seharusnya memiliki sifat-sifat mulia sebagai pengayom rakyat. “Sikap hormat dan penghargaan terhadap lembuswana menjadi dasar dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di antara anggota komunitas. Kehadiran lembuswana di dalam kehidupan masyarakat Kutai memberikan pedoman moral dan etika yang membimbing perilaku sehari-hari,” lanjutnya.
Mengutip laman Indonesiakaya.com, lembuswana atau dikenal juga dengan nama Paksi Liman Jonggo Yokso berwujud binatang lembu atau sapi yang memiliki sayap seperti elang, bertaji seperti ayam, bertaring seperti singa, dan berbelalai seperti gajah. Selain itu, hewan ini juga bersisik seperti naga, serta bermahkota bagaikan seorang raja.
Hewan ini diyakini memiliki kekuatan luar biasa yang dapat hidup di darat, air, maupun udara. Mahkota yang ada di kepalanya sebagai tanda keperkasaan seorang raja yang merupakan seorang penguasa dapat diartikan sebagai suatu kekuasaan, sedangkan belalai yang dimiliki menggambarkan Dewa Ganesha yang merupakan dewa kecerdasan.
Melalui lembuswana, masyarakat Kutai tidak hanya menghormati para leluhur, tetapi juga mempertahankan dan meneruskan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan meneladani sifat dari lembuswana, diharapkan kita dapat berperilaku baik terhadap sesama, terlepas jabatan apapun yang kita miliki saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....