Bahaya dan Tanda Kufur Nikmat

  • 07 Agt 2024 18:15 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari: Nikmat yang Allah berikan kepada kita sangatlah banyak. Tidak ada seorangpun diantara kita yang mampu menghitungnya.


Baik berupa harta, keluarga, kesehatan dan yang paling besar adalah nikmat hidayah iman dan islam. Hal ini dikatakan Ustad H.Ramli Cabe pada program mutiara pagi dan mimbar agama Islam Kerjasama BKMT Manokwari dan LPP RRI Manokwari.


"Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. Saba’: 13). Namun seringkali kita kurang menyadari akan nikmat yang telah kita terima tersebut. Sehingga tentu saja membuat kita lalai dari mensyukurinya. Padahal seorang muslim wajib mensyukuri nikmat yang ia peroleh. Allah akan memberikan teguran untuk mengingatkan kita," Ujar Ustad H.Ramli Cabe.


Menurutnya, Hamba yang tidak pandai bersyukur menjadi kufur nikmat yang dicirikan dengan suatu perilaku di mana harta dan kepemilikan yang dimiliki justru menjauhkan diri dari Allah dan perbuatan yang shalih. Allah memberikan Istidraj yang sebenarnya adalah hukuman Allah SWT kepada hambanya yang bermaksiat dalam bentuk tipuan kenikmatan.


Dalam agama Islam ada istilah Istidraj adalah hukuman yang diberikan Allah SWT sedikit demi sedikit, serta tidak diberikan secara langsung. Hukuman tersebut berbentuk nikmat yang disegerakan, serta penundaan azab di akhirat kelak.


"Orang yang bermaksiat akan diberi harta dan kenikmatan sehingga ia lupa kepada Allah SWT sehingga kian dekat dengan azab sedikit demi sedikit, kemudian Allah timpakan hukuman kepada-Nya," Ujar Ustad H.Ramli Cabe mengakhiri.


Sudah seharusnya tidak ada pada diri kita sifat kufur nikmat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur dan dijauhkan dari sifat kufur nikmat.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....