Suku Biak Penjelajah Laut Tangguh
- 02 Agt 2024 12:04 WIB
- Manokwari
KBRN, Manokwari: Suku Biak yang mendiami Kepulauan Biak dikenal sebagai penjelajah lautan yang tangguh. Sama seperti kemampuan suku Bugis, mereka menjelajah lautan dari Kepulauan Maluku, Sulawesi, Jawa, hingga ke Semenanjung Malaka.
Dikutip dari Wikipedia, penjelajahan suku Biak ini dilakukan karena motif letak geografis yang kurang menghasilkan secara ekonomi, lahan yang kurang subur sehingga terjadinya kekurangan sumber pangan, selain itu ada juga alasan persaingan atau korfandi, yaitu adanya perselisihan antar suku, serta adanya perselisihan tata adat dalam suku Biak.
Namun hal yang paling mendorong suku Biak menjelajah adalah karena dorongan kebutuhan bahan pangan yang pada saat itu terjadi kemarau berkepanjangan di Biak, berawal berlayar di sekitar Teluk Cenderawasih hingga ke Kepulauan Raja Ampat.
Karena ketangguhannya, mereka menguasai aspek perdagangan dan politik di wilayah pesisir Papua bagian utara. Bukti-bukti kekuasaan suku Biak ini dapat dilihat dari penamaan beberapa kota di pesisir utara Papua yang menggunakan kata dalam bahasa Biak, antara lain Manokwari dari kata mnuk war yang artinya "kampung tua", serta Sorong yang berasal dari kata soren.
Penamaan Biak sendiri diawali zaman pemerintahan kolonial Belanda pada abad ke-17, orang Belanda memberi nama kepulauan Biak-Numfor dengan sebutan Schouten Eilanden. Ada juga yang menyebutnya Numfor, Mafor, Wiak, atau Vyak. Fonem pada kata "wiak" sebenarnya berasal dari fonem yang kemudian berubah menjadi sehingga muncul kata "Biak", sedangkan kata Biak-Numfor, dengan tanda garis mendatar penghubung dua kata itu, dipakai secara resmi untuk menamakan daerah dan penduduk yang mendiami pulau-pulau yang terletak di sebelah utara Teluk Cenderawasih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....