Tunda Tidur di Larut Malam, Fenomena Revenge Bedtime Procrastionation
- 23 Jul 2024 11:45 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Setelah sibuk dengan aktivitas seharian, sebagian orang ketika malam hari cenderung menunda waktu tidurnya demi bisa menikmati waktu luangnya, fenomena ini disebut sebagai revenge bedtime procrastination. Bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan yang menyita hari dan tingkat stress yang tinggi, menunda waktu tidur sebagai balas dendam adalah cara untuk mencari hiburan dan menghilangkan penat selama beberapa jam.
Kesibukan di pagi hingga sore hari membuat sebagian orang tidak sempat untuk melakukan kegiatan yang disenangi. Sebagai gantinya kebiasaan tidur larut malam memang sangat menggoda. Hal ini seringkali bermula dari kebiasaan sebelum tidur bermain handphone dan sosial media. Awalnya hanya sebentar, tetapi lama kelamaan tidak terasa menjadi berjam-jam bahkan kadang sampai tidak tidur semalaman karena terlalu asyik. Akan tetapi kurangnya waktu tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental, fisik sampai emosional dengan konsekuensi jangka pendek dan panjang. Memahami menunda tidur termasuk gejala, penyebab, dan konsekuensinya dapat membantu kita mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau menguranginya.
Berikut efek domino yang negatif karena kurang tidur pada kesehatan fisik, mental, dan emosional:
- Dampak Fisik:
- Mudah lelah dan lesu, tubuh terasa lelah dan tidak berenergi
- Sistem kekebalan tubuh yang melemah sehingga mudah terkena penyakit
- Peningkatan risiko obesitas karena teganggunya hormon yang mengatur nafsu makan
- Meningkatkan risiko tekanan darah, kolesterol, dan detak jantung, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung
- Mengganggu cara tubuh menggunakan insulin yang dapat meningkatkan risiko diabetes
- Mempercepat proses penuaan dini dan meningkatkan risiko keriput, garis halus, dan lingkaran hitam di bawah mata
- Dampak Mental:
- Kesulitan berkonsentrasi dan fokus
- Mengganggu kemampuan untuk belajar dan mengingat informasi.
- Meningkatnya gejala depresi dan kecemasan
- Mood yang mudah berubah, mudah marah, frustrasi, dan cemas
- Merasa tidak bersemangat dan tidak termotivasi untuk melakukan apa pun.
- Dampak Emosional:
- Ketidakstabilan emosional
- Kesulitan mengendalikan emosi
- Penurunan empati terhadap orang lain
- Meningkatnya penarikan diri dari orang lain dan merasa terisolasi
Biasanya orang-orang yang melakukan revenge bedtime procrastination sebenarnya sudah menyadari dampak negatif dari kurangnya waktu tidur, akan tetapi kebiasaan ini tetap dipertahankan sebagai bentuk balas dendam atas kebebasan yang tidak bisa didapatkan pada pagi hingga sore hari. Walaupun begitu sebisa mungkin jangan sampai terjebak dengan fenomenan ini, tetap diperlukan upaya untuk mencegah atau mengurangi intensitas bahkan memberhentikannya. Berikut merupakan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:
- Ciptakan suasana kamar tidur yang gelap, tenang, dan sejuk.
- Buat rutinitas santai sebelum tidur dan streching sebelum tidur.
- Olahraga teratur, tapi hindari berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur.
- Konsisten tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari termasuk hari libur.
- Menghentikan penggunaan ponsel setidaknya 30 menit hingga 1 jam sebelum tidur.
- Hindari konsumsi makanan atau minuman berkafein atau beralkohol di sore hari dan sebelum tidur.
- Kelola stres dengan baik.
- Konsultasikan dengan dokter jika masih mengalami kesulitan tidur suapaya mendapatkan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....