Ibadah Sunnah, Penyempurna Ibadah Wajib Bagi Umat Islam
- 11 Jul 2024 15:39 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Seseorang pernah bertanya pada Rasulullah : "Bagaimana pendapat Anda jika saya melaksanakan salat wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, lalu saya tidak menambah lagi sedikitpun, apakah saya akan masuk surga? Rasulullah menjawab, Ya". (HR. Muslim).
"Kalau menurut hadits tersebut, dia hanya melakukan yang fardhu (wajib), lalu ia meninggalkan apa yang diharamkan, dan tidak menambah dengan ibadah Sunnah," jelas K.H. Muhammad Syafi' Na'im dalam acara Cahyaning Ati Pro4 RRI Malang, Kamis (11/7/2024).
Kyai Syafi' menjelaskan lebih jauh, jawaban "Iya" dari Rasulullah mengandung syarat, yaitu ibadah fardhu yang dikerjakan adalah benar dan sempurna. Padahal untuk menyempurnakan ibadah wajib itu pun bukan perkara yang mudah.
"Sebut saja salat wajib, bisakah seseorang benar-benar khusyu' saat menghadap Allah, artinya beribadah secara lahir batin, sepenuhnya hanya tertuju pada Allah mulai takbir hingga salam? tentunya kita bisa mengukur diri sendiri, masih banyak kekurangan yang kita lakukan," ujarnya.
Oleh karena itulah Allah memberikan solusi pada hambaNya, yakni dengan salat berjamaah dan juga salat sunnah. Tidak lain hal tersebut untuk menyempurnakan salat wajib yang dikerjakan.
"Ibadah lainnya pun sama, dihadirkan yang sunnah adalah untuk melengkapi kekurangan saat ada kemungkinan ibadah tersebut tak bisa dilaksanakan dengan sempurna," katanya.
Ia juga menambahkan perihal zakat dan haji yang tak disebutkan dalam hadits tersebut. Dalam hal ini ada beberapa pendapat ulama, yang menyatakan bahwa bukan berarti ibadah tersebut tidak perlu dilakukan.
"Ada yang berpendapat perkara haji dan zakat sudah masuk dalam istilah "mengharamkan yang haram", sementara pendapat lain bahwa yang bertanya tersebut miskin, sehingga tak mampu berzakat dan haji, atau saat itu belum diwajibkan untuk haji," jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....