Fakta Unik Gunungkidul
- 25 Jun 2024 09:54 WIB
- Jember
KBRN, Jember:
Letak geografis Gunung Kidul memang menguntungkan, yakni berada di sisi selatan Yogyakarta dan tepat berbatasan dengan Samudera Hindia. Karena itu tak heran bila tercatat di daerah gunung Kidul, panjang pesisir pantainya mencaipai 65 km.
Gunung Kidul pun memiliki peranan besar dalam hal penemuan sejarah. Mulai dari sejarah peradaban manusia hingga sejarah terbentuknya pulau-pulau di Indonesia. Salah satu penemuan mengenai hal ini, adalah pembuktian bahwa di jaman dahulu kala, daerah Gunung Kidul berada di dasar laut. Proses transformasi ini terjadi karena pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia. Lempeng ini bergerak ke arah utara dan menabrak lempeng Eurasia yang lebih ringan, menyebabkan bagian selatan Pulau Jawa terangkat dan mengubah wilayah ini dari dasar laut menjadi daratan yang kita kenal sekarang.
Dilansir IDN News Tanah di daerah ini terbentuk dari pelapukan batuan kapur, sehingga cenderung gersang dan minim unsur hara. Kondisi ini membuat tanah kurang subur untuk pertanian, dan banyak tanaman sulit bertahan hidup atau tumbuh dengan baik. beberapa tanaman keras seperti pohon jati dan jambu monyet mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan karst ini. Berbeda dengan bagian tengah dan utara Gunungkidul, yang tanahnya lebih subur karena terbentuk dari proses vulkanisme. Di sana, ketersediaan air lebih baik dan tanahnya lebih kaya akan mineral, memungkinkan pertanian berkembang lebih pesat dibandingkan di wilayah karst.
Namun, meski sulit mendapatkan air di permukaan, wilayah ini kaya akan air di lapisan yang lebih dalam. Air yang meresap melalui batuan karst bertemu dengan lapisan kedap air di bawah tanah, membentuk sungai-sungai bawah tanah. Fenomena ini menciptakan gua-gua dengan sungai bawah tanah seperti Gua Pindul dan Gua Kalisuci, yang kini menjadi daya tarik wisata dan sumber air alternatif bagi penduduk setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....