Persiapan Anak Masuk Sekolah : Fenomena Warna Sepatu Sekolah

  • 24 Jun 2024 12:01 WIB
  •  Malang

KBRN Malang: Memasuki tahun ajaran baru, orang tua dan anak-anak di seluruh Indonesia mulai sibuk mempersiapkan berbagai keperluan sekolah meliputi pembelian seragam, buku-buku, alat tulis, hingga sepatu sekolah. Persiapan ini juga dialami oleh Daniel, siswa SDK Sang timur Malang yang naik kelas 1 SMP. Namun ada kendala yang berbeda dihadapi olehnya terkait warna sepatu yang harusnya hitam namun dikarenakan ukuran sepatu di pasaran tidak ada, ia pun terpaksa memakai sepatu seadanya.

Bagi para orang tua, memastikan segala kebutuhan anak terpenuhi adalah prioritas utama. Terlebih saat ini, musim anak masuk sekolah dan juga segala persiapan pasti menjadi kesibukan tersendiri bagi orang tua dalam mempersiapkannya.

Hal senada dialami oleh orang tua Daniel warga Bantaran malang, ia memiliki kendala yang tidak umum yaitu warna sepatu terkait ukuran sepatu yang ia cari sesuai aturan dari sekolah.

“Jadi begini om, ukuran sepatu anak saya itu 46,5. Sudah cari ditoko – toko Malang kosong sampai ke Mall Mall juga ga ada padahal sketser, adidas dan lainnya tidak ada om. Tidak menyerah kami orang tuanya mencarikan sepatu ke luar kota di Tunjungan Plaza Surabaya. Dapatnya di toko basket yang biasanya bule pada cari dan atlet olahraga, nah masalahnya warnanya om susah banget dapat full hitam,” ujarnya kepada www.rri.co.id, Senin (24/6/2024).

Pengalaman yang sama dialami oleh Sari warga Malang yang sepatunya tidak sesuai dengan aturan dari sekolah karena sudah terlanjur beli tanpa melihat dahulu pengumuman dari sekolah. “Saya sudah belikan anaknya seragam sekolah, buku dan alat tulis, tas sekolah sampai sepatu sekolah, saya belikan sudah sejak januari 2024 mas, memang lebih dulu biar keuangan juga saya atur lebih dini," jelasnya.

"Bahkan kelengkapan lainnya kotak makan, botol minum, dan masker da ready awal mas. Eh malah sepatu jadi kendala karena ada warna warni mas tidak semua warna hitam. Ini jadi masalah buat sekolahnya saat ini katanya tidak sesuai aturan sekolah,” imbuhnya.

Di balik persiapan yang dilakukan serta masalah yang muncul rupanya ada kebijakan dan komunikasi yang bisa dilakukan dengan sekolah namun memang ada beberapa orang tua tidak mengetahui kalau semua masalah dapat dikomunikasikan kepada sekolah, hal ini senada dengan yang dialami seorang siswa yang baru saja naik kelas satu SMP, mengalami kendala unik.

Dengan ukuran kaki mencapai 46,5, Daniel kesulitan menemukan sepatu sekolah yang sesuai. Orang tua Daniel bahkan harus mencari hingga ke Surabaya untuk mendapatkan sepatu yang cocok. Tidak hanya soal ukuran, tetapi juga masalah warna sepatu.

Sekolah Daniel memiliki aturan ketat mengenai warna sepatu yang harus serba hitam. Namun, yang ditemukan adalah sepatu basket dengan komposisi warna yang tidak sepenuhnya hitam, yang akhirnya memerlukan izin khusus dari pihak sekolah.

Peraturan tentang seragam dan perlengkapan sekolah, termasuk sepatu, dibuat dengan tujuan menjaga keseragaman dan kerapian di lingkungan sekolah. Namun, kebijakan ini untuk beberapa sekolah sedikit fleksibel dengan mempertimbangkan aturan warna sepatu oleh karena alas an khusus yaitu ketersediaan ukuran tertentu, asalkan tetap menjaga keseragaman dan tidak mencolok.

Hal ini rupanya bisa dimaklumi dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Melalui fenomena ini, diharapkan para orang tua dan pihak sekolah dapat bekerja sama untuk mencari solusi terbaik demi kebaikan dan kenyamanan anak-anak dalam menjalani tahun ajaran baru.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....