Terjerat Pinjol Ilegal dan Judol, Keluarga Hancur Akibat Teror Debt Collector

  • 21 Jun 2024 15:47 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Kisah tragis datang dari sebut saja namanya Beni (nama alias), seorang pria berusia 33 tahun asal Malang yang menjadi korban jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol). Sejak tahun 2020, Beni mulai berkecimpung dalam dunia pinjol dan judol akibat pengaruh rekan – rekan pergaulannya, yang berujung pada kehancuran finansial dan keluarganya.

Awalnya, Beni tergoda oleh ajakan teman yang menjanjikan keuntungan besar dari judi online. Karena tidak memiliki modal yang cukup, Beni akhirnya nekat mengambil pinjaman dari berbagai aplikasi pinjol. Dengan berbagai kemudahan akses pinjol ilegal, ia pun mendapatkan uang untuk modal dengan harapan bisa mendapat kemenangan besar, ia menggunakan uang pinjaman tersebut untuk berjudi.

Namun, harapan tersebut berujung pada mimpi buruk. Alih-alih mendapatkan keuntungan, Beni justru mengalami kerugian besar. Utang dari pinjaman online terus menumpuk dengan bunga yang mencekik, sementara kemenangan dalam judi online tidak kunjung datang.

Merasa terpojok dan tidak mampu melunasi utang-utangnya, ia pun memutuskan untuk melarikan diri dari kampung halamannya. Kepergiannya tanpa pamit ini tidak menyelesaikan masalah. Keluarganya yang tinggal di Malang terus-menerus diteror oleh debt collector yang menagih utang.

Ancaman dan intimidasi membuat keluarganya hidup dalam ketakutan dan tekanan yang luar biasa. Keadaan ini menghancurkan kedamaian keluarga dan menimbulkan trauma yang mendalam.

Belajar dari kasus Beni, banyak sekali masyarakat Indonesia saat ini juga sedang viral tergiur dengan judi online terkadang sampai mengganggu pekerjaan karena ditengah pekerjaan sering digunakan untuk memainkan HP untuk berjudi.

Hal ini diamati oleh pengamat sosial, Dwi dari kampus Malang yang menyampaikan bagaimana yang terjadi sesungguhnya di msyarakat kita saat ini. www.rri.co.id mencoba menggali informasi mengenai hal yang membuat judol dan pinjol ini popular di masyarakat.

Dari beberapa pendekatan didapatkan bahwa usaha untuk meminjam modal di pinjol adalah salah besar dan akan membuat permasalahan berkembang lebih besar lagi dan beresiko tinggi. Hal ini dikarenakan pinjol memiliki bunga pinjaman yang tinggi, kemudian berpotensi tekanan dari debt collector seperti yang dialami keluarga Beni yang terus-menerus diancam dan diteror oleh debt collector, menimbulkan rasa takut dan stres yang luar biasa.

Kemudian ada juga faktor ketergantungan pada judi, hal ini akan sangat sulit untuk berhenti meski sudah mengalami kerugian besar. Selanjutnya kurangnya kesadaran akan risiko. Pada awalnya, Beni tidak menyadari risiko besar yang dihadapi saat memutuskan untuk terjun dalam dunia pinjol dan judol.

Salah satu korban pinjol yang sudah pulih, sebut saja Eko, warga Malang menyampaikan pesannya melalui RRI Malang, “semoga korban bisa segera keluar dari jerat hitam judol dan pinjol, untuk korban – korban yang masih terjerat dimohon segera melakukan konsultasi dengan lembaga keuangan resmi, bisa juga dengan pelaporan ke pihak berwenang untuk mendapatkan perlindungan hukum. Saya juga sarankan perlu dilakukan rehabilitasi ketergantungan judi untuk mendapatkan dukungan psikologis. Serta ini mas, perlu edukasi keuangan serta dukungan keluarga juga komunitas,” ujarnya, Jumat (21/6/2024).

Presiden RI, Joko Widodo juga sudah menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia agar jangan sampai terlibat judi baik online maupun offline, lebih baik kalau ada uang dipakai untuk menabung atau modal kerja karena judi itu mempertaruhkan masa depan.

Pesan Jokowi sudah sangat jelas. Dan dalam channel youtube dikutip dari kompas.com, dijelaskan juga bahwa pemerintah melalui statement Menko Polhukam RI menggelar 3 Operasi Berantas Judi Online di Indonesia.

Kisah Beni menjadi pelajaran berharga bersama tentang bahaya jeratan pinjol dan judi online yang berujung pada kehancuran, Judol dan Pinjol Ilegal adalah musuh bersama yang harus diberantas dengan literasi dan antisipasi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....