Waspada Flu Burung Pada Itik atau Entok
- 16 Jun 2024 19:28 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Flu burung, atau dikenal sebagai avian influenza, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Penyakit ini tidak hanya menyerang ayam dan unggas lainnya tetapi juga dapat mempengaruhi itik atau entok. Penyakit ini merupakan ancaman serius bagi peternakan unggas karena dapat menyebabkan kematian massal serta kerugian ekonomi yang signifikan.
Dikutip dari laman https://www.facebook.com/BSlP.Kaltim, serangan penyakit Flu Burung atau Avian Influenza (AI) ini dapat menimbulkan gejala klinis yang terlihat pada itik/entok, seperti adanya selaput keruh putih kebiruan pada mata, mati mendadak karena penyebaran penyakit yang cepat, leher terpuntir, feses putih kehijauan, keluarnya eksudat kental di hidung, penurunan produksi bertelur, nafsu makan menurun.
Adapun penularan Virus Flu Burung ini masuk lewat hidung itik/entok, bisa lewat kontak sesama ternak, lewat kotoran ternak yang sakit, melalui kotoran atau tanah yang terbawa sandal atau baju peternak yang mondar mandir di kandang.
Untuk penanganan yang dapat dilakukan adalah memisahkan itik/entok yang sehat dengan yang sakit (isolasi), pemberian vitamin A, C dan E atau jamu ternak unggas untuk meningkatkan stamina serta melakukan penyemprotant ke alas kandang dan kotoran itik/entok menggunakan cairan pemutih dan air (1 liter cairan pemutih + 9 liter air).
Campuran ini aman dosisnya jika disemprotkan ke kandang yang ada itik/entok karena mampu membunuh Virus Flu Burung yang berada di kotoran dan bulu itik/entok yang sakit dalam waktu 3 menit sehingga tidak menular ke itik/entok lainnya. Penyemprotan ini dilakukan sehari 1 kali selama 3 hari.
Cairan pemutih mengandung 5% Sodium Hipoklorit aktif merupakan desinfektan yang sangat kuat untuk membunuh virus beramplop, seperti: Virus Flu Burung dalam waktu 3 menit, Virus Flu Tipe A dalam waktu 3 menit, Virus Hepatitis bebek dalam waktu 5 menit dan Virus Ebola dalam waktu 10 menit (Cahyono, 2014). (Jun PS).
Sebagai informasi, virus flu burung terdiri dari berbagai subtipe, yang paling mematikan di antaranya adalah H5N1 dan H7N9. Virus ini mudah menyebar melalui kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi atau melalui lingkungan yang terkontaminasi, seperti air, pakan, dan peralatan peternakan.
Pada itik atau entok, gejala flu burung bisa bervariasi dari yang ringan hingga berat. Gejala umum meliputi :
· Penurunan Nafsu Makan: Itik yang terinfeksi mungkin akan menunjukkan penurunan nafsu makan.
· Lesu dan Lemas: Unggas terlihat kurang aktif dan sering beristirahat.
· Pembengkakan pada Kepala dan Leher: Pembengkakan bisa terlihat di sekitar mata, kepala, dan leher.
· Penurunan Produksi Telur: Pada itik petelur, flu burung dapat menyebabkan penurunan produksi telur yang drastis.
· Perubahan Warna pada Kaki dan Paruh: Warna kaki dan paruh bisa berubah menjadi kebiruan atau hitam.
· Kematian Mendadak: Pada kasus yang parah, kematian bisa terjadi secara mendadak tanpa menunjukkan gejala sebelumnya.
Pencegahan adalah langkah yang sangat penting dalam mengendalikan penyebaran flu burung. Sedangkan untuk pengobatan, tidak ada pengobatan spesifik untuk flu burung pada unggas. Penanganan terutama berfokus pada pencegahan dan pengendalian penyebaran. Unggas yang terinfeksi biasanya dimusnahkan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Oleh karena itu, tindakan pencegahan dan deteksi dini sangat penting.
Flu burung adalah ancaman serius bagi itik atau entok serta industri peternakan unggas secara umum. Langkah-langkah pencegahan yang ketat, pengawasan yang baik, dan respons cepat terhadap wabah sangat penting untuk mengendalikan penyakit ini. Dengan meningkatkan kesadaran dan penerapan praktik biosekuriti yang baik, risiko penyebaran flu burung dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....