Sejarah Tempe Muncul Pertama Kali di Klaten Abad ke-16

  • 16 Jun 2024 14:00 WIB
  •  Cirebon

KBRN, Cirebon: Siapa yang tidak mengenal tempe. Makanan sejuta umat ini hamper setiap hari kita konsumsi . Tapi pernahkah anda bertanya-tanya bagaimana awal mula tempe bisa dikenal seperti saat ini?

Dikutip dari Rumahtempeindonesia.com, Tempe pertama kali tercatat muncul pada tahun 1600-an di Tembayat, Klaten, Jawa Tengah. Karena itu, tempe menjadi populer khususnya di Pulau Jawa, di antara 17.000 pulau lainnya di Indonesia, seperti dikutip dari laman Google Arts & Culture: 400 Years of Tempeh dengan sumber data Indonesia Gastronomy Network.Tempe merupakan makanan berprotein nabati yang diproses lewat fermentasi. Fermentasi tempe bisa menggunakan jamur Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus oryzae, Rhyzopus stolonifer, dan Rhyzopus arrhizus. Setelah 24-72 jam, bulir-bulir kacang yang difermentasi akan menyatu dengan jamur putih sehingga bisa dipotong-potong jadi balok-balok dan lembaran tempe.E

Sejarah tempe di Indonesia ditemukan dalam Serat Centhini jilid 3. Dalam buku tersebut, diceritakan perjalanan seorang laki-laki pemuda berparas tampan bernama Cebolang. Ia menggembara ke berbagai tempat, termasuk dari Candi Prambanan ke Pajang.Sebelum tiba di Pajang, Cebolang mampir di Dusun Tembayat, Klaten, Jawa Tengah dan dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat. Salah satu jamuan makanannya adalah jae santen tempe, sejenis masakan tempe dengan santan.

Pada awalnya, tempe terbuat dari kedelain hitam yang berasal dari budidaya masyarakat pedesaan tradisional Jawa. Kedelai tersebut dikembangkan di wilayah Kerajaan Mataram di Jawa Tengah. Pada situs tersebut disebutkan tempe pertama kali dikenal pada 1600-an di sebuah desa di Klaten, Jawa Tengah. Tempe sendiri berasal dari bahasa Jawa kuno, yakni tumpi, yang berarti makanan berwarna putih. Pengolahan atau pembuat tempe juga berasal dari masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang.

Dalam 400 tahun sejarahnya, tempe tidak cuma dibuat dari fermentasi kacang kedelai, tetapi juga fermentasi kacang-kacangan lain, biji, hingga dedaunan.Karena itu, lahir banyak jenis tempe di Indonesia. Contohnya antara lain tempe kacang hijau, tempe kacang koro pedang, tempe biji kecipir, tempe kacang merah, tempe kacang tanah (menjos), tempe lamtoro atau petai cina, tempe kacang lupin, tempe biji munggur, tempe kacang lima (kara kratok), tempe biji karet, tempe kacang gude, tempe ampas kelapa, hingga tempe daun singkong. Daun tertua yang digunakan sebagai daun pembungkus dalam sejarah tempe yaitu daun waru, daun jati, dan daun jambu biji.Kini, daun pisang dan plastik menjadi salah satu yang paling banyak digunakan jadi pembungkus tempe di Indonesia.ĵñ

Hingga sekarang, tempe sudanh diproduksi di dalam dan di luar negeri. Di dalam negeri produksi tempe dilakukan oleh sekitar 150.000 unit produsen yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia, tempe menjadi menu lauk paling favorit, dari kalangan bawah hingga atas. Saat ini tempe menyumbang 10% dari total asupan protein masyarakat Indonesia dan sudah dikenal dan diproduksi di lebih dari 20 negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....