Tips Pilih Bus untuk Studytour Sekolah

  • 08 Mei 2024 16:54 WIB
  •  Malang

KBRN,Malang: Study Tour adalah kegiatan belajar di luar sekolah yang memberikan pengalaman praktis kepada pelajar melalui kunjungan ke tempat-tempat relevan dengan bidang studi mereka, seperti museum, situs sejarah, atau perusahaan. Tujuannya adalah untuk memperdalam pemahaman materi pelajaran, mengembangkan keterampilan sosial, dan meningkatkan pengetahuan secara holistik melalui observasi dan partisipasi langsung.

Hal terpenting yang berkaitan dengan studytour adalah fasilitas kendaraan. Karena rata-rata kendaraan yang digunakan untuk studytour adalah bus, maka bus yang digunakan harus laik jalan.

Purwono Tjokro Darsono selaku Sekretaris DPC Organisasi Angkatan Darat (Organda) Kota Malang dalam dialog Malang Pagi Ini menghimbau kepada semua pengusaha bus yang sudah bergabung di Organda untuk melakukan beberapa arahan agar bus yang ditumpangi aman dan nyaman.

"Kendaraannya harus sudah menjalani uji layak jalan, pengemudi yang membawa mobil atau bus sudah memiliki surat ijin mengemudi yang sesuai, kemudian untuk perjalanan yang jarak tempuhnya lebih dari 8 jam disarankan untuk membawa 2 driver atau pengemudi," ungkapnya, Rabu (8/5/2024)

Selain hal tersebut, Suwono juga mengingatkan pentingnya untuk berhenti atau istirahat setiap 4 jam sekali dan pengemudi harus memiliki karakter yang baik.

"Harus sabar dan tidak ugal-ugalan," tambahnya.

Namun, untuk kendaraan pariwisata yang tidak bernaung di bawah Organda sedikit sulit untuk ditangani, seperti contohnya perorangan yang mempunyai 1 atau 2 bus dan mengklaim sebagai kendaraan pariwisata.

"Nah mereka ini biasanya tidak rutin untuk melakukan uji layak jalan serta banyak hal yang tidak mematuhi SOP. Dari pihak organda sendiri sudah melakukan beberapa cara untuk mengimbau oknum-oknum ini, seperti mengimbau lewat siaran RRI ini, lewat surat kabar dan juga secara langsung," jelasnya.

Para driver dan kernet juga sudah diberi pembekalan untuk menghadapi hal-hal diluar kelaziman, seperti jalanan naik atau tanjakan. Mereka diberi pembekalan langsung dari petugas kepolisian melalui acara sosialisasi rutin yang biasanya dilakukan saat ada ketentuan atau hal-hal yang baru seperti pada saat menjelang hari raya.

"Pada masa-masa liburan, banyak sekolah yang secara bersamaan membuat acara studytour, sehingga beberapa sekolah tidak mendapatkan bus karena semua sudah terpakai, selain itu, kalau dilakukan secara bersamaan, jalan jalan akan penuh, akibatnya proses pembelajaran di lapangan tidak akan maksimal," ucapnya.

Hal yang perlu disiasati untuk menghindari adalah tidak asal pilih bus pada saat studytour. Kemudian pilih study tour di hari biasa, bukan saat liburan. Selain untuk menghindari asal pilih bus, cara ini juga bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih maksimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....