Ghibah, Ibarat Makan Bangkai Saudara Sendiri
- 26 Apr 2024 16:04 WIB
- Malang
KBRN, Malang: LPP RRI Malang menyelenggarakan acara syawalan yang diikuti oleh Karyawan karyawati LPP RRI Malang, Dharma Wanita Persatuan RRI Malang dan Pensiunan di Studio 1 RRI Malang pada Jumat (26/4/2024)
Penceramah, Ustaz Ahmad Fakhrur Rouzi di hadapan keluarga besar LPP RRI Malang, menyampaikan bahaya Ghibah atau Membicarakan orang, termasuk aib seseorang, adalah perbuatan yang bisa mendatangkan dosa pada pengghibah itu sendiri.
"Apalagi jika yang dibicarakan ditambahkan atau dibumbui dengan cerita dia sendiri, hal itu bisa menimbulkan fitnah, sanksi bagi pengghibah sangat berat. Salah satunya, pahala yang mengghibah pindah kepada orang yang dibicarakan dan dosa-dosa yang dibicarakan pindah kepada pengghibah tersebut," jelasnya, Jumat (26/4/2024)
"Coba kita bayangkan bagaimana rasanya memakan bangkai menjijikan sekali ya, apalagi itu bangkai saudara sendiri. Namun ada juga yang tidak sadar dengan perbuatannya itu. Bahkan mengghibah menjadi sebuah kebiasaan rutin yang tidak bisa dilepaskan," tambahnya.
Diriwayatkan oleh Said bin Zaid RA, Rasulullaah bersabda yang artinya “Sesungguhnya riba yang paling bahaya adalah berpanjang kalam (ucapan) dalam membicarakan (keburukan) seorang muslim dengan (cara) yang tidak benar (H.R Abu Daud)
Hadist Riwayat Ahmad dari jabir bin Abdullah “Kami pernah Bersama Nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan, kemudian Rasulullah berkata tahukah kamu bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang menghibah (menggosip) kaum mukminin.
Hukumnya orang yang mendengarkan ghibah, Ustaz Rouzi mengatakan, orang yang mendengarkan ghibah mendapatkan dosa yang sama seperti pelakunya. Dengan demikian, orang yang mendengarkan ghibah tidak selamat dari dosa. Kecuali, jika ia mengingkari dengan lisannya atau dengan hatinya.
Jika bisa, Ustadz Rouzi mengatakan, sebaiknya dia meninggalkan majelis atau tempat yang tengah mengghibah tersebut. Jika tidak, ia bisa memutusnya dengan mengalihkan ke pembicaraan yang lain.
"Karena orang yang diam ketika mendengar ghibah, maka ia termasuk bergabung dengan pelakunya," tambah Ustadz Rouzi.
Sehingga, ia mengingatkan agar pergi meninggalkan ghibah. Salah satu penyebab Ghibah adalah adanya kebencian atau sakit hati terhadap orang tertentu, tidak ada aktivitas yang produktif sehingga membicarakan orang lain, menjdi kenikmatan tersendiri, tidak suka mencari kebenaran dan dorongan pergaulan atau pengkondisian lingkungan.
Ustadz Rouzi menambahkan cara menebus dosa ghibah adalah dengan meminta ampunan kepada Allah bagi orang - orang yang engkau Ghibahi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....