Kita Beda, Kita Bersaudara Rawat Toleransi

  • 10 Feb 2026 14:26 WIB
  •  Malang

KBRN,Malang: Keberagaman bukan untuk dipertentangkan, melainkan disyukuri dan dirawat bersama. Pesan inilah yang disampaikan Romo Henrikus Suwaji, O.CARM dalam Program Spada bertema “Kita Beda, Kita Bersaudara”, sebagai refleksi penting tentang toleransi dan moderasi beragama di tengah masyarakat majemuk Indonesia.

Romo Henrikus menegaskan bahwa perbedaan merupakan kodrat penciptaan yang justru menghadirkan keindahan. Indonesia, dengan kekayaan suku, budaya, dan agama, menjadi contoh nyata bahwa keberagaman adalah anugerah yang tidak boleh ditolak, melainkan dirawat bersama.

“Kita harus jujur mengakui bahwa kita diciptakan berbeda. Dunia menjadi indah justru karena adanya perbedaan itu sendiri,” ujarnya. Selasa (10/02/2026).

Menurutnya, sikap menerima dan mensyukuri perbedaan menjadi fondasi utama dalam membangun moderasi beragama. Tanpa kesadaran tersebut, perbedaan berpotensi melahirkan prasangka, jarak, bahkan konflik antarumat.

Karena itu, ia menekankan pentingnya dialog, perjumpaan, serta kerja sama lintas iman sebagai jalan menjaga persaudaraan. Moderasi beragama, lanjutnya, tidak dimaksudkan untuk mencampuradukkan ajaran atau ritual keagamaan, melainkan menumbuhkan sikap saling menghormati dan memahami keyakinan masing-masing.

“Kita tidak merukunkan agamanya, tetapi merukunkan umat beragamanya,” tegas Romo Henrikus.

Melalui dialog dan proses saling belajar, masyarakat diharapkan mampu mengikis prasangka yang kerap muncul akibat minimnya pemahaman terhadap ajaran dan praktik keagamaan pihak lain.

Ia menambahkan, perbedaan hendaknya dibaurkan tanpa harus dilebur. Dengan semangat Kita Beda, Kita Bersaudara, toleransi tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi sikap hidup yang terus dirawat demi menjaga persatuan, kemanusiaan, dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....