Peringatan Hari Minggu Ketiga Januari Hari Agama Sedunia

  • 15 Jan 2026 20:49 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Hari Agama Sedunia atau World Religion Day dirayakan pada hari Minggu ketiga di bulan Januari setiap tahun, dan merupakan pengingat akan perlunya keharmonisan dan pengertian antara agama dan sistem kepercayaan. Komunitas dengan agama yang berbeda memiliki kesempatan untuk berkumpul dan mendengarkan satu sama lain, serta merayakan perbedaan dan kesamaan yang ditimbulkan oleh percampuran budaya dan agama yang rumit.

Melansir laman National Today, Peringatan resmi pertama Hari Agama Sedunia adalah pada tahun 1950, tetapi konsepnya dimulai beberapa tahun sebelumnya. Majelis Spiritual Nasional Agama Baha’i menyelenggarakan ceramah di Eastland Park Hotel Portland, Maine pada bulan Oktober 1947, yang berpuncak pada keputusan untuk memperingati acara tahunan, yang saat itu dikenal sebagai Perdamaian Dunia Melalui Agama Dunia.

Inti dari peringatan Hari Agama Sedunia terletak pada upaya membangun kesadaran kolektif bahwa perbedaan keyakinan bukanlah alasan untuk perpecahan. Makna mendalam dari hari ini adalah pengakuan bahwa setiap tradisi keagamaan besar membawa pesan kebajikan yang serupa, yang sering disebut sebagai “Aturan Emas” atau Golden Rule: perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan.

Hari Agama Sedunia mengajak masyarakat untuk melihat kebenaran yang ada dalam setiap agama sebagai cahaya yang berasal dari sumber yang satu, yang menerangi peradaban manusia dari berbagai sudut pandang sejarah.

Tujuan utama dari peringatan Hari Agama Sedunia adalah untuk memupuk semangat toleransi beragama yang melampaui sekadar hidup berdampingan secara pasif. Peringatan ini mendorong terciptanya kerukunan antarumat beragama yang aktif, di mana masyarakat tidak hanya “membiarkan” orang lain beribadah, tetapi juga saling menghargai dan bekerja sama.

Dalam visi yang lebih luas, hari ini bertujuan untuk menghilangkan segala bentuk prasangka agama yang sering kali menjadi bahan bakar konflik sosial. Dengan menekankan pada kesamaan prinsip spiritual seperti kasih sayang, keadilan, dan pelayanan kepada sesama, Hari Agama Sedunia berupaya merajut kembali tenun kebangsaan yang mungkin terkoyak oleh intoleransi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....