Hari Ozon Sedunia Setiap 16 September, Ini Sejarahnya
- 15 Sep 2025 17:12 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Setiap tanggal 16 September secara global diperingati sebagai Hari Ozon Sedunia. Peringatan ini juga dikenal sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapizan Ozon.
Melansir dari situs ressmi PBB, Hari Ozon Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1994 melalui Resolusi 49/114. Tanggal 16 September dipilih untuk memperingati tanggal penandatanganan Protokol Montreal tentang Zat-Zat yang Merusak Lapisan Ozon pada tahun 1987.
Perjanjian internasional ini mewajibkan negara-negara untuk secara bertahap menghapuskan zat-zat perusak ozon guna melindungi lapisan ozon stratosfer, yang melindungi bumi dari radiasi UV yang berbahaya. Pada tahun 2017, 30 tahun setelah Protokol Montreal, penutupan lubang pada lapisan ozon diamati dan dampaknya diproyeksikan akan berlangsung hingga 100 tahun.
Implementasi Protokol Montreal berjalan dengan baik di negara-negara maju dan berkembang. Semua jadwal penghentian penggunaan dipatuhi dalam sebagian besar kasus, beberapa bahkan lebih cepat dari jadwal. Perhatian awalnya difokuskan pada bahan kimia dengan potensi penipisan ozon yang lebih tinggi.
Lapisan ozon merupakan lapisan di atmosfer pada ketinggian 20 hingga 35 km di atas permukaan bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Lapisan ozon menyerap 97 sampai 99 persen frekuensi menengah sinar ultraviolet Matahari.
Tahun ini, tema Hari Ozon Sedunia adalah "From science to global action". Tema ini menyoroti perjalanan dari pemahaman ilmiah tentang penipisan ozon hingga perjanjian global yang berhasil, seperti Protokol Montreal, yang telah mendorong pemulihan lapisan ozon.
Tema ini juga menekankan perlunya aksi internasional berbasis sains yang berkelanjutan. Tujuannya untuk mengatasi perubahan iklim, khususnya melalui Amandemen Kigali, dan untuk memastikan planet yang lebih sehat bagi generasi mendatang.