Inilah Beberapa Indikasi Tanda Hubunganmu Toksik !
- 03 Sep 2025 16:44 WIB
- Ranai
KBRN,Ranai : Dalam hubungan yang sehat, semuanya berjalan lancar. Tentu, juga mungkin sesekali berselisih paham atau menghadapi rintangan adalah hal yang wajar. Biasanya akan membuat keputusan bersama, membahas masalah yang muncul secara terbuka, dan benar-benar menikmati kebersamaan.
Namun akan beda ceritanya jika hubungan yang dijalani adalah sebuah hubungan yang toksik. Dalam hubungan yang tidak sehat, mungkin terus-menerus merasa terkuras atau tidak bahagia setelah menghabiskan waktu bersama pasangan, menurut terapis hubungan Jor-El Caraballo. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diubah.
Mungkin hubungan tak lagi terasa menyenangkan, meskipun masih mencintai pasangan. Entah kenapa, kamu dan pasangan selalu saja saling bersitegang atau tak henti-hentinya bertengkar soal hal-hal sepele.
Oleh sebab itu kamu juga perlu tahu apa saja tanda-tanda hubungan yang toksik tersebut agar tidak terus terjebak dalam hubungan yang menyakitkan itu. Penulis buku "Joy from Fear"yaitu, Carla Marie Manly, PhD,menjelaskan hubungan toksik itu .Tergantung pada sifat hubungan tersebut, tanda-tanda toksisitas bisa samar atau sangat kentara.
Mengutip dari healthline,Hubungan toksik juga bisa dilihat dari beberapa tanda ini seperti,pada diri sendiri, pasangan, atau hubungan itu sendiri.
-Kurangnya dukungan (Lack of support)
"Hubungan yang sehat didasarkan pada keinginan bersama untuk melihat satu sama lain sukses di semua aspek kehidupan," ketika keadaan menjadi toksik, setiap pencapaian menjadi kompetisi.
-Komunikasi yang toksik (Toxic communication)
Alih-alih kebaikan dan rasa saling menghormati, sebagian besar percakapan justru dipenuhi sarkasme atau kritik dan disulut oleh rasa jijik.
-Iri hati atau cemburu (Envy or jealousy)
Wajar saja jika sesekali merasa sedikit iri,akan menjadi masalah jika rasa iri menghalangi seseorang untuk berpikir positif tentang kesuksesan pasangan.Begitu pula dengan cemburu,itu adalah emosi alami manusia. Namun, jika terus-menerus menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan, hal itu dapat dengan cepat merusak hubungan .
-Perilaku Mengontrol (Controlling behaviors)
Jika pasangan selalu bertanya dimana keberadaan? Perilaku ini mungkin berawal dari kecemburuan atau kurangnya kepercayaan, tetapi juga dapat menunjukkan kebutuhan untuk mengontrol keduanya dapat berkontribusi pada toksisitas hubungan.
-Ketidakjujuran ( Dishonesty)
Terus-menerus berbohong pada diri sendiri tentang keberadaan atau dengan siapa bertemu entah karena ingin menghindari menghabiskan waktu dengan pasangan atau khawatir bagaimana reaksi mereka jika kamu mengatakan yang sebenarnya.
Nah,Jika Kecemburuan yang terus-menerus, kurangnya dukungan, dan perasaan harus berhati-hati di sekitar pasangan bisa jadi merupakan tanda-tanda hubungan yang tidak sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....