Allah Menguji Hamba-Nya dengan Tiga Cara
- 23 Jul 2025 10:45 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Dalam acara Cahyaning Ati yang disiarkan oleh Pro4 RRI Malang pada Rabu, (23/7/2025). Ustaz Abdul Aziz, S.Ag menyampaikan tausiyah bertema “Allah Mengujimu dengan Tiga Cara.” Beliau menjelaskan bahwa ujian dari Allah bukan hanya berupa kesusahan atau musibah, tetapi bisa juga berbentuk kebaikan dan keberhasilan.
"Sebagaimana anak sekolah yang diuji untuk mengetahui kelayakannya naik kelas, demikian pula Allah menguji manusia untuk mengukur kadar iman dan keikhlasannya," katanya.
Menurut Ustaz Abdul Aziz, bentuk ujian pertama adalah ketika Allah mengabulkan doa seorang hamba. Dikatakan, terkabulnya permintaan bukan selalu berarti sebuah anugerah semata, melainkan juga merupakan ujian untuk mengukur rasa syukur seseorang. Jika manusia bersyukur, Allah berjanji akan menambah nikmatnya.
"Namun jika kufur, azab pedih mengintainya. Contohnya sosok Nabi Sulaiman yang tetap rendah hati dan tawadhu meski dikaruniai kekayaan dan kekuasaan luar biasa. Berbeda dengan Khorun yang justru sombong dan menyatakan kekayaannya berasal dari kepintarannya sendiri," ujarnya.
Lebih lanjut, Ustaz Abdul Aziz menyampaikan bentuk ujian kedua, yaitu ketika Allah menunda keinginan manusia. Penundaan ini merupakan sarana untuk melatih kesabaran.
"Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah akan menguji manusia dengan kekurangan dan musibah. Bagi mereka yang bersabar, Allah memberikan kabar gembira. Salah satu bentuk kesabaran yang diajarkan dalam Islam adalah mengucapkan kalimat “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” sebagai bentuk pengembalian segala urusan kepada Allah," jelasnya.
Ujian ketiga, kata Ustaz Abdul Aziz, adalah ketika Allah tidak mengabulkan apa yang diminta seorang hamba. Ini merupakan ujian terhadap keyakinan dan husnuzon kita kepada Allah.
"Meski tampak seperti penolakan, sesungguhnya Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Contohnya ketika seseorang memohon rezeki dua juta rupiah, namun hanya menerima lima ratus ribu. Bisa jadi, Allah melindunginya dari kecelakaan atau keburukan yang lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk selalu berbaik sangka kepada Allah," tegasnya.
Melalui tema ini, Ustaz Abdul Aziz mengajak para pendengar untuk lebih bijak dalam memaknai ujian kehidupan. Beliau mengingatkan agar dalam setiap keadaan, manusia senantiasa melibatkan Allah dalam ucapan dan tindakan.
Baik dalam kesuksesan maupun kegagalan, semua adalah bentuk kasih sayang dan pengajaran dari Allah. Jangan sampai manusia menjadi seperti Khorun yang kufur nikmat, tetapi jadilah seperti Nabi Sulaiman yang selalu bersyukur dan berserah diri. (Mey)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....