Fitnah Bisa Membakar Akhiratmu
- 08 Jul 2025 16:22 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Fitnah artinya ujian atau cobaan,n amun dalam konteks sosial dan agama, fitnah adalah menyebarkan berita bohong atau tuduhan palsu yang dapat merusak kehormatan, menyakiti, dan menghancurkan orang lain. Hal ini dikatakan ustadz Nur Cholis, di acara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang.
“Secara bahasa, fitnah berasal dari kata “fatana” yang berarti ujian atau cobaan. Namun dalam konteks sosial dan agama, fitnah adalah menyebarkan berita bohong atau tuduhan palsu yang dapat merusak kehormatan, menyakiti, dan menghancurkan orang lain," katanya, Selasa (8/7/2025).
Ustadz Nur Cholis menjelaskan bahaya dari fitnah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an disurat Al-Baqarah ayat 191 yang artinya : Fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan. Mengapa fitnah begitu berbahaya? Karena fitnah bisa merusak kehormatan, memecah belah masyarakat, bahkan bisa menimbulkan pertumpahan darah. Yang lebih parah, fitnah menghapus pahala dan menambah dosa besar, yang akan terbawa hingga ke akhirat.
"Ayat ini menggambarkan betapa besar kerusakan yang ditimbulkan oleh fitnah. Jika membunuh hanya menghilangkan satu nyawa, maka fitnah bisa menghancurkan nama baik, keluarga, masa depan, dan bahkan akhirat seseorang, jelasnya.
Nabi Muhammad bersabda yang artinya : Cukuplah seseorang dianggap berdosa apabila dia menceritakan semua yang didengarnya (HR. Muslim).
”Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim, menunjukkan bahwa tidak semua yang didengar layak untuk disebarkan. Seseorang bisa berdosa hanya karena menyampaikan semua yang ia dengar, tanpa memverifikasi kebenarannya. Dalam hadis yang lain nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya : Barang siapa yang berkata tentang seorang Muslim dengan sesuatu yang tidak benar, maka Allah akan menempatkannya di neraka sampai ia dapat membuktikan ucapannya (HR. Abu Dawud).” Jelasnya.
Menurut ustadz Nur Cholis ,SE Ada beberapa tips agar kita terhindar dari fitnah,
A. Jaga Lisan dan Jemari (termasuk media sosial)
Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin dia masuk surga.(HR. Bukhari).
B. Jangan Mudah Percaya Informasi Tanpa Tabayyun
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti..."(QS. Al-Hujurat: 6)
C. Saring Sebelum Sharing
Kita harus berpikir: apakah berita ini benar? Bermanfaat? Perlu disebarkan? Jika tidak, lebih baik diam.
D. Didik Hati dengan Takut kepada Allah
Orang yang takut kepada Allah akan berpikir seribu kali sebelum menyakiti saudaranya, meski hanya dengan satu kalimat.
Dalam peutupnya ustadz kembali mengingatkan bahwa fitnah adalah dosa sosial dan spiritual. Tidak hanya merusak hubungan antar manusia, tapi juga menghancurkan amal ibadah. Diam lebih baik daripada menyebar sesuatu yang belum tentu benar. Karena lisan dan tulisan kita akan dimintai pertanggungjawaban. Menjaga nama baik saudara sesama Muslim adalah bentuk takwa. Mencegah fitnah berarti menjaga kehormatan umat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....