Jessica, Mahasiswi Madagaskar Alami Culture Shock di Indonesia

  • 02 Mei 2025 17:24 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Jessica, seorang mahasiswi asal Madagascar yang telah tinggal selama tiga tahun di Indonesia mengungkapkan pengalaman culture shock yang dialaminya sejak pertama kali datang. Ia terkejut dengan berbagai aspek budaya Indonesia, mulai dari makanan yang jauh lebih pedas dibandingkan di negaranya, hingga kebiasaan makan lesehan yang ternyata dilakukan setiap hari di Indonesia.

“Di Madagascar, kami makan lesehan hanya dalam acara khusus. Tetapi di Indonesia, itu adalah kebiasaan sehari-hari. Jadi aku kaget banget waktu tau hal ini,” ucap Jessica pada Sabtu (3/5/2025).

Selain itu, Jessica juga merasa tidak terbiasa dengan keramahan masyarakat Indonesia. Menurutnya, orang Indonesia memiliki kebiasaan bertanya mengenai hal-hal pribadi seperti apakah seseorang sudah mandi, yang dalam pandangannya merupakan sesuatu yang tidak umum di Madagascar. Di negaranya, masyarakat cenderung lebih langsung dalam menyatakan pendapat, berbeda dengan di Indonesia yang lebih banyak mempertimbangkan kesopanan dalam berkomunikasi.

Tidak hanya budaya Indonesia, Jessica juga merasakan berbagai perbedaan yang ada di antara Indonesia dan Madagaskar. Di negaranya, transportasi publik lebih terbatas, dan masyarakat lebih sering berjalan kaki dibandingkan menggunakan kendaraan. Sedang di Indonesia, masyarakat jarang jalan kaki walaupun tujuannya dekat. Selain itu di Indonesia ia begitu mudah mendapatkan ayam dengan harga murah, berbeda dengan Madagaskar yang produksi ayamnya cukup jarang.

Untuk lebih mudah mengenali kebiasaan yang ada di Indonesia, ia bersama 33 mahasiswa Internasional lain telarh dibekali orientasi oleh kampusnya Politeknik Ngeri Malang. Hilda, dosen disana menyatakan bahwa setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda untuk membantu proses adaptasi orientasi ini penting untuk diberikan.

“Kami selalu memberikan orientasi kepada mahasiswa internasional agar mereka bisa memahami budaya Indonesia sebelum benar-benar beradaptasi,” ungkap Hilda.

Menurut Hilda, adaptasi terhadap lingkungan baru tidak selalu mudah, tetapi pengalaman seperti yang dialami Jessica dapat memperkaya wawasan seseorang mengenai perbedaan budaya di dunia. Ia mengapresiasi bagaimana Jessica mampu memahami budaya Indonesia dengan baik dan menikmati keberadaannya di sini, serta tetap menghargai nilai-nilai dari negara asalnya. Dengan semakin terbukanya dunia terhadap pertukaran budaya, pengalaman seperti ini menjadi semakin umum di kalangan mahasiswa internasional. (MD)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....