Panggilan Dalam Bahasa Jawa
- 17 Feb 2025 11:06 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah di Indonesia yang digunakan oleh masyarakat suku Jawa, terutama di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar di Indonesia dengan puluhan juta orang yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam memanggil seseorang, masyarakat Jawa memiliki beberapa aturan yang harus dipatuhi. biasanya dengan menggunakan istilah panggilan yang ditentukan.
“Biasanya orang Jawa menggunakan istilah panggilan yang ditentukan, seperti Mbakyu, Kangmas, ada juga panggilan kepada orang yang lebih tua dengan memperhatikan tata karma”, kata Mbah Sapar pengisi acara Pesona Antar Komunitas Jawa Pro 4 RRI Samarinda, Kamis (13/2/2025).
Apalagi untuk seseorang yang lebih tua, pantang bagi orang Jawa memanggil hanya dengan sebutan nama. Dan Jika melakukan hal tersebut, bisa-bisa dianggap tidak sopan. Panggilan ini menunjukkan rasa hormat dan keakraban dalam budaya Jawa, dan penggunaannya tergantung pada hubungan dan konteks.
“Orang Jawa kalau manggil orang yang lebih tua misalnya kayak Kakek itu Buyut atau Mbah, Mbah Kung untuk Kakek, Mbah Putri untuk Nenek adanya juga yang manggil Mbah Uti, biasanya para cucu-cucu suka manggil Kakek atau Neneknya ini”, katanya.
Bahasa Jawa terdapat dua tingkat yang biasa digunakan, yaitu ngoko dan krama. Penggunaan tingkat ngoko hanya untuk orang-orang dengan status yang sama dan kenal dekat, sedangkan krama digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi. Dalam sebutan nama-nama anggota keluarga dan kerabat dalam bahasa Jawa juga ada, seperti ayah, ibu, kakak, dan adik. Sementara kerabat adalah orang yang mempunyai hubungan dekat dengan keluarga. Biasanya kerabat terdiri dari kakek, nenek, paman, bibi, cucu, buyut, dan cicit.
“Kalau orang jawa manggil Ibu itu Simbok, kalau Ayah ya Bapak, Kakak laki-laki panggil Mas kalau cewek Mbak, tapi kalau manggil adenya ya Adhik”, sebut Mbah Sapar.
Lanjut Mbah Sapar mengatakan ada juga panggilan untuk kerabat keluarga seperti Biyung untuk Kakak Ibu kita, atau bisa juga Bibik atau Bulik. Tapi untuk kakak dari orang tua kita dipanggil Budhe.
Penyebutan untuk kerabat keluarga lainnya seperti saudara laki-laki tua dari bapak kita Paklik, sedangkan Pakdhe itu kakak laki-laki dari orang tua.
“Sebenarnya panggilan di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta hampir mirip, kalau di Jawa Timur manggil orang yang lebuh tua Cak, untuk teman sebaya atau lebih muda Rek, sedangkan Mas Kang Mas lebih ke daerah Semarang, Jawa Timur”, kata Mbah Sapar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....