Konsistensi Ngaos Kampung Quran Sudimoro Menjelang Tahun ke-3
- 17 Jan 2025 09:39 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Tantangan konsisten dijalani masyarakat Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kota Malang. Khususnya di RW 7 dan sekitarnya yang tergabung dalam Kampung Quran Sudimoro.
Sejak medio Juni 2022, warga yang mengklaim sebagai Kampung Quran Indonesia #Sudimoro ikhtiar istiqomah Ngaji On The Street yang disingkat Ngaos, rutin setiap Jumat menjelang pagi hari.
Dalam bahasa Jawa, kata dasar ngaos adalah maos berarti membaca. Ngaos jika diartikan dalam bahasa Indonesia mengaji kitab Suci Al-Quran.
Pun dalam bahasa Sunda, ngaos memiliki arti mengaji. Budaya ngaos didasari pada nilai keagamaan yang kuat di wilayah tertentu.
Hingga Ngaos pada Jum'at, 10 Januari 2025 yang merupakan pekan ke-136 itu bukan pagi yang biasa. Pekan yang mendekati tahun ketiganya (1 tahun = 52 minggu, 3 tahun = 156 pekan) terasa istimewa.
Sebuah program acara berjudul Jalur Langit salah satu stasiun televisi swasta nasional sebelumnya mengkonfirmasi meliput kegiatan rutin yang dimulai pukul 05.00 WIB.
Meski bulan itu atmosfer Kota Malang diwarnai hujan hampir setiap pagi karena memang musim hujan, udara pagi di seputaran Jalan Sudimoro dan sekitarnya pekan itu terasa sejuk.
Warga berkumpul di depan masing-masing tempat tinggalnya. Mereka membawa mushaf dan hati penuh semangat untuk menimba ilmu.
Mulyani, Ketua RW 7 Mojolangu yang juga salah seorang founder Kampung Quran Sudimoro kepada RRI Malang sebelumnya menyebut Ngaos menjadi ikon kampung halamannya.
"Ini lahir atas keprihatinan kami tentang anak-anak kita yang suka main gadget. Mereka juga rawan kena pengaruh adanya kafe-kafe," ungkap Mulyani kepada RRI Malang dalam kesempatan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Jum'at (17/1/2025).
Memang, sebelum pandemi Covid-19 menerpa jagat awal 2020, Sudimoro lebih dulu dikenal sebagai Kampung Kopi. Hal itu ditandai menjamurnya kafe hingga tempat-tempat hiburan.
Mulyani juga menyatakan keprihatinannya terhadap anak-anak yang sekolahnya kurang serius maupun orang tuanya yang kurang paham tentang masa depan anak.
Di sisi lain, mereka termasuk keluarga miskin atau berpendidikan rendah hingga berpenghasilan rendah. Atas keprihatinan tersebut, kampungnya yang menaungi tiga masjid dan dua mushola itu pengurusnya saling berembuk.
Para takmir tempat peribadatan muslim itu sepakat menggelar Ngaos secara rutin. "Setiap Jumat ba'da subuh turun ke jalan sepanjang 600 meter duduk di kursi membaca Al Quran satu lembar secara bersama-sama dipandu," terangnya.
Pria yang juga pimpinan salah satu organisasi masyarakat keagamaan Kecamatan Lowokwaru itu menjelaskan, Ngaos menjadi pemantik untuk memacu atau mendorong warga agar respon peduli terhadap masa depan anak anak dan keluarga.
Secara hampir bersamaan lahir program Sabtu ceria. Yakni mengumpulkan anak-anak didampingi orang tua setiap malam Minggu (Sabtu malam) dengan menghadirkan motivator pendongeng.
"Ada materi tentang motivasi sekolah tentang belajar dan lain lain. Kemudian dilanjutkan dari anak anak sekitar 70 sampai 80 itu di kelompokkan mana SD, mana SMP untuk bimbingan belajar," bebernya.
Kemudian juga menggali potensi apa untuk dikembangkan lagi. Di antaranya, Pesantren Sabtu Ahad kemudian Rumah Ngaji hingga Rumah Quran.
Dalam Sabtu Ceria dan Pesantren Sabtu Ahad, peserta diajari tentang ibadah dan akhlak. Pun yang Rumah Ngaji berupa program belajar membaca Al Quran.
Sekitar 100 ibu-ibu yang semula belum bisa membaca Al Quran atau setengah bisa atau sudah bisa, mereka tingkatkan lagi. Belajar secara tersertifikasi menggunakan metode umi untuk mengajari warga RW sekitarnya.
Di sisi lain, dalam Ngaos selain ngaji bersama, kegiatan juga diisi dengan pembagian Al-Qur'an dari para muhsinin kepada anak-anak sebagai motivasi untuk lebih mencintai kitab suci.
Sedangkan para ibu mendapatkan sajian sederhana berupa mie instans, sayur, tempe, dan telur sebagai wujud kebersamaan dan keberkahan.
Mulyani menambahkan, tujuan utama Ngaos secara rutin setiap hari Jumat mendekatkan warga kepada Al Quran dan memotivasi mereka untuk kembali meramaikan masjid.(Na)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....