Pentingnya Keluarga Pada Penderita dengan Gangguan Jiwa

  • 25 Nov 2024 22:16 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Menurut Undang Undang Republik Indonesia No. 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa, ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku & perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala & perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan & hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Hal itu disampaikan dr. Alfi Wakhianto dalam program dokter etam, pada Kamis (21/11/2024)

Dokter Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda itu menyampaikan, ada beberapa penyebab gangguan jiwa. Mulai dari faktor biologis, faktor psikologis dan faktor sosial. Faktor biologis meliputi genetik, penyakit otak, cedera kepala, penyakit fisik yang lain dan obat-obatan. Faktor psikologi meliputi pola asuh, trauma masa lalu dan kepribadian. Sementara itu, faktor sosial meliputi budaya, ekonomi, agama/spiritual dan pendidikan.

“Semua hal ini sangat erat kaitannya dan saling berkesinambungan. Oleh karena itu perlu diketahui penyebab seseorang mengalami gangguan jiwa,” terangnya.

Berdasarkan penyebabnya, pengobatan gangguan jiwa juga dibagi menjadi 3 bagian. Mulai dari terapi biologis, terapi psikologis dan terapi sosial. Terapi biologis meliputi obat-obatan dan TEK, terapi psikologis meliputi konseling, psikoterapi dan terapi keluarga. Sementara terapi sosial meliputi support grup, terapi kerja dan terapi spiritual.

Penderita gangguan jiwa sangat memerlukan dukungan keluarga. Hal ini dikarenakan pasien tinggal dengan keluarga, keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan dengan keluarga, pasien tidak perlu beradaptasi dengan orang baru.

Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit, anggota keluarga memandang bahwa orang yg bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan.

Cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan dukungan sosial bagi ODGJ :

Dukungan Emosional

Menerima ODGJ seperti manusia normal biasanya, bersikap sopan layaknya berinteraksi dengan masyarakat umumnya, diharapkan dapat meningkatkan harga diri & semangat untuk pulih karena merasa diakui oleh lingkungan sekitar.

Dukungan Informatif

Memberikan pengertian & mengarahkan ODGJ untuk melakukan kegiatan / rutinitas aktivitas sehari-hari (contoh : makan, minum, tidur, mandi, ganti pakaian, minum obat, dsb dgn benar). Tentunya dilakukan dengan sabar dan tidak dilakukan dengan kekerasan fisik.

Dukungan Instrumental

Membawa ODGJ melakukan pemeriksaan kesehatan dan membujuk ODGJ agar mau minum obat dengan cara membiayai pengobatan ODGJ atau membantu mengurus Jaminan Kesehatan apabila ODGJ tidak mampu. Dengan usaha non medis, memberikan makan ODGJ, meluangkan waktu untuk ngobrol bersama ODGJ, meberikan ODGJ kegiatan ringan.

Dukungan Penilaian

Member penghargaan (sanjungan) kepada ODGJ yaitu dengan mendukung hal-hal yang dilakukan ODGJ untuk melatih kemandiriannya dalam keseharian.

Pengobatan bukan satu-satunya penanganan bagi ODGJ (terutama ODGJ berat), diperlukan hal lain yaitu dukungan keluarga (dukungan sosial) untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar mereka, bimbingan maupun perhatian yang dapat mengantar mereka kepada keberfungsiannya kembali di masyarakat.

Selain itu, keluarga harus bisa mencegah stressor datang kepada ODGJ, mengetahui tanda-tanda ODGJ relapse (kambuh) & kapan waktu yang tepat dalam meberikan obat serta berusaha menghindarkan ODGJ dari benda tajam yang berbahaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya Self Harm maupun resiko melukai orang lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....