Tips Mengajarkan Anak Mandiri Sejak Dini
- 21 Nov 2024 17:46 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi anak yang baik, pintar, bertanggung jawab, mandiri, dll. Peran orang tua dalam mendidik anak sejak dini sangatlah penting untuk menentukan karakter anak nanti. Ketika orang tua mengajari anak, bekelilah dengan keyakinan bahwa si anak mampu mengerjakan banyak hal dengan usahanya sendiri. Dengan begitu anak akan percaya diri dalam berproses. Tapi, jangan lupa sebagai orang tua selalu mengawasi dan memantau perkembangan anak setiap harinya.
Berikut cara mendidik anak sejak dini agar tumbuh mandiri, dikutip dari klikdokter :
1. Berikan Pelukan
Bagaimana memeluk Si Kecil bisa membantu menumbuhkan sikap mandiri anak? Sejatinya, untuk bisa mandiri anak memerlukan rasa percaya. Rasa percaya ini dimulai dari Mama dan Papa sebagai orang tuanya. Dengan adanya rasa percaya dari anak kepada orang tua, ia akan lebih berani untuk mengeksplorasi karena tahu ada orang tua yang siap membimbingnya.
Pada usia 2 bulan, anak sudah dapat memperlihatkan keinginannya untuk melakukan sesuatu dengan usahanya sendiri, misalnya menendang atau mendorong. Beri anak mainan yang berbunyi saat ditendang sehingga anak merasa memiliki kuasa akan anggota tubuhnya.
2. Berikan Kesempatan Anak Menenangkan Diri
Ketika anak menangis saat bangun dari cobalah untuk tidak langsung menggendong Si Kecil, ini sebagai cara membuat anak mandiri. Berikan waktu perlahan, misalnya, biarkan anak menangis selama 5 menit, lalu perlahan 10 menit, dan seterusnya. Lama kelamaan anak akan belajar untuk 'menenangkan' dirinya sendiri. Namun, pastikan semua kebutuhan dasarnya terpenuhi, seperti anak sudah menyusu dan kenyang, popoknya kering, serta lingkungan tidurnya aman dan nyaman.
3. Libatkan Anak dalam Perbincangan
Melibatkan anak dalam perbincangan dan aktivitas yang Mama dan Papa lakukan sedini mungkin akan membuatnya percaya diri. Pasalnya, kepercayaan diri menjadi salah satu dasar dari kemandirian. Mulai usia 9 bulan, ajak anak berpartisipasi dalam kegiatan sederhana, seperti memintanya mengangkat kaki saat Mama mengganti popoknya, atau membalik tubuhnya saat dikeringkan dengan handuk.
4. Biarkan Anak Belajar Makan
Semakin usia bayi bertambah, perhatian yang harus orang tua curahkan tentu berkurang. Setelah berusia di atas 18 bulan-2 tahun, anak biasanya sudah mampu 'menyenangkan' dirinya sendiri dengan aktivitas atau permainan tertentu, tanpa Mama dan Papa. Ketika ia sudah terlihat asyik sendiri, cobalah seolah 'mengabaikannya' dengan melakukan aktivitas Mama dan Papa sendiri, seperti membaca majalah atau melipat baju.
6. Minta Anak Membantu Pekerjaan Rumah
Melatih kemandirian anak dengan memberi mereka tanggung jawab lebih secara bertahap, seperti membantu pekerjaan rumah. Namun, tugas-tugasnya ini tetap perlu menyesuaikan dengan usia anak. Mama dan Papa juga tetap perlu melatih dan mendampingi mereka.
7. Tawarkan Pilihan dan Berikan Kesempatan Anak untuk Memilih
Memberikan anak kesempatan untuk memilih akan membuat dia tumbuh menjadi pribadi mandiri. Contohnya, biarkan anak membuat keputusan tentang baju warna apa yang ingin ia kenakan hari ini. Agar ia tidak kesulitan memilih, Mama bisa menawarkan pilihan warna pakaian yang cocok. Membatasi pilihan, membuat anak lebih mudah untuk menentukan yang ia suka.
8. Ajarkan Anak untuk Menabung
Menabung dan mengelola keuangan dapat menjadi cara agar anak tumbuh menjadi mandiri. Mengajarkan anak menabung akan membuatnya lebih menghargai nilai suatu barang.
9. Terapkan Batasan
Mama dan Papa memang memang memberi kebebasan untuk anak dalam menentukan pilihannya. Akan tetapi, beri tahu juga jika setiap pilihannya ini ada tanggung jawab yang perlu dipatuhi.
10. Berikan Hadiah (Rewards)
Di sisi lain, Mama tetap perlu memberi anak rewards dan pujian atas perilaku baiknya. Misalnya, ketika anak dapat menyelesaikan pekerjaan rumahnya tetap waktu dengan hasil yang baik.
11. Ajak Anak Mencoba Lagi
Langsung memberikan bantuan saat anak gagal melakukan sesuatu biasanya menjadi naluri orang tua. Cobalah untuk mendorong anak untuk mencoba lagi hal yang belum berhasil ia lakukan pada percobaan pertama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....