Perjalanan hidup Imam Ali Zainal Abidin Alaihi Salam
- 01 Nov 2024 10:45 WIB
- Samarinda
KBRN Samarinda ; Imam Ali Zainal Abidin Alaihi Salam adalah anak imam Husain cucu baginda Rasulullah sallallahu alaihi wassalam semasa hidup imam Ali Zainal Abidin sangat kuat ibadahnya, karena ibadah yang banyak dilakukan oleh iman Ali Zainal Abidin sehingga meninggalkan tanda di bagian lututnya.imam Ali Zainal Abidin juga bergelar Imam Sajjad alaihi salam pada masanya terkenal dengan sebutan Ali al-Khair, Ali al-Ashgar dan Ali al-‘Abidin
Imam Ali Zainal Abidin alaihi salam mengalami peristiwa Karbala yang sangat memilukan pada peristiwa ini Imam husain bin Ali bin Abi Thalib berperang melawan pasukan yazid bin muawiyah
Shahifah Sajjadiyah adalah peninggalan imam Ali bin Husain a.s berupa doa, cara berzikir, membaca Al Qur’an, dan yang mengisahkan kehidupan sosial pada masanya. Shahifah Sajjadiyah adalah sebuah petunjuk jalan kebenaran menuju ridho Allah Subhanahu wata ala.
ketika peristiwa Karbala Imam Ali zainal abidin bin Husain alaihi salam pada waktu itu dalam keadaan sakit yang parah. Sehingga ketika para musuh akan membunuhnya, diantara mereka berkata, “Cukuplah baginya dengan sakit yang dideritanya ini.”
Usai Tragedi Karbala, semua keluarga Imam Husain as ditawan dan dibawa ke Kufah dan Syam. Imam Ali Zainal Abidin a.s membacakan khutbah di masjid Syam. Ia memperkenalkan dirinya, ayahnya dan kakeknya kepada masyarakat Syam.imam Ali Zainal Abidin alaihi salam juga menyampaikan bahwa apa yang dikatakan oleh Yazid dan orang-orangnya adalah bohong.
Ayahnya bukanlah orag asing, dan imam Ali Zainal Abidin alaihi salam bukan mau menyerang orang Islam serta menyebarkan fitnah di negeri Islam. imam Ali Zainal Abidin alaihi salam mengungkapkan kebenaran menghilangkan bid’ah-bid’ah dalam agama, sehingga sesuai apa yang di ajarkan pada masa Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam
Imam Ali Zainal Abidin Alaihi Salam Kembali ke Madinah
Selama 34 waktu hidupnya setelah sejarah Karbala imam Ali Zainal Abidin alaihi salam selalu berusaha untuk menghidupkan dan menjaga ingatan terhadap para syuhada Karbala. Setiap minum air beliau selalu mengingat ayahnya imam husain alaihi salam, dan beliau selalu menangisi musibah yang terjadi pada Imam Husain Alaihi Salam
Diriwayatkan dari Imam al-Shadiq a.s, “Imam Zainal Abidin Alaihi Salam menangis utuk ayahnya selama 40 tahun. Beliau selalu berpuasa dan setiap malamnya melakukan salat.
Ketika berbuka puasa, pembantunya membawakan air dan makanan untuk Imam Ali Zainal Abidin alaihi salam dan berkata, “Silakan Tuan!” Imam berkata, “Putra Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam terbunuh dalam keadaan lapar! Putra Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam terbunuh dalam kondisi kehausan.
Ucapan ini beliau ulang-ulang dengan menangis sehingga air matanya bercampur dengan air minum dan makanannya. Kejadian ini berlangsung hingga beliau meninggal dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....