Mengenal Lebih Jauh Apa Itu I Statements

  • 12 Okt 2024 14:15 WIB
  •  Manado


KBRN, Manado : Dalam suatu hubungan asmara pasti kita tidak hanya akan menemukan kesamaan tapi juga akan menemukan beberapa perbedaan pada pasangan, namun semua bisa teratasi ketika kita mampu mengkomunikasikannya dengan baik dan menjadi pendengar yang baik. Nah bagaimana agar apa yang ingin kita sampaikan bisa diterima dengan baik oleh pasangan?.

Seperti dikutip dari laman beautynesia.id,salah satu teknik komunikasi yang sering disarankan oleh penasihat pernikahan kepada pasangan yang seringkali bertengkar karena tidak memiliki komunikasi yang baik.Teknik itu bernama "I-Statements" atau "I-Message","I-Statements" adalah teknik komunikasi untuk mengekspresikan perasaan yang berfokus terhadap pembicara daripada penerima.Teknik ini berkebalikan dari teknik "You-Statements" yang sering dianggap menyalahkan pihak lain tanpa adanya solusi.

Teknik ini diciptakan pertama kali oleh Thomas Gordon sebagai tipe komunikasi dalam kepemimpinan efektif di tahun 1960an. Kemudian, Bernard Guerney memperkenalkan teknik ini sebagai metodologi baru dalam sesi konseling pernikahan dan pasangan.Mengimplementasikan gaya komunikasi ini kepada pasangan mampu meningkatkan empati satu sama lain. Percakapan yang tercipta pun rasanya lebih menghargai pasangan, tidak saling menyalahkan, dan menimbulkan kolaborasi kedua pihak untuk menyelesaikan masalah.

Selain itu, pernyataan-pernyataan "aku" juga bisa meningkatkan kemampuan mendengarkan secara aktif.Mengutip Relationship Center,dengan menggunakan tehnik ini,kamu bisa mengutarakan perasaan lebih spesifik dan tepat sasaran

Contoh Penggunaan I Statements:

Sebelumnya, coba diperhatikan beberapa contoh dari pernyataan-pernyataan yang diawali dengan "kamu". Dalam bahasa Inggris, ahli menyebutnya dengan istilah "You-Statements".

1)Kamu selalu aja pulang malam!

2)Kamu egois dan nggak pernah perhatian!

3)Kamu tuh ngga pernah bersih bersih dan buang sampah ketika sudah penuh.Kamu bikin aku kesal

Menurut situs Relationship Center,pernyataan "kamu" yang merupakan sebuah opini, ditampilkan sebagai fakta yang seakan-akan tidak bisa diubah. Efeknya, tidak ada ruang untuk megutarakan sudut pandang lain terhadap masalah itu.

Jika menggunakan pernyataan "aku", ketiga kalimat itu akan terdengar seperti di bawah ini:

1) Aku selalu khawatir ketika kamu pulang malam. Agar kita sama-sama nyaman, hubungi aku ketika kamu pulang telat, ya.

2)Aku merasa frustasi dan sedih ketika kamu nggak mengabari aku. Kalau lagi nggak sibuk, jangan lupa memberi kabar, ya.

3)Aku merasa kesal ketika sampah penuh dan nggak dibuang ke luar. Aku bakal sangat terbantu kalau kamu bisa buang sampah ke tong sampah luar.

Pasti rasanya berbeda kan? Pasangan tidak tersinggung dengan perkataanmu dan ada resolusi mengenai masalah itu. Apa yang kamu rasakan pun tetap tersampaikan ke pasangan. Namun demikian, tidak sedikit yang berpikir bahwa pernyataan "aku" bisa terdengar egois ketika menggunakannya secara berlebihan.Jika kamu dan pasangan memiliki masalah komunikasi, kamu bisa mendiskusikannya terlebih dahulu atau menemui penasihat pernikahan.




Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....