UMKM Kupang Harapkan Lokasi Berjualan Aman dan Tetap

  • 16 Jul 2026 18:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Gereja Katedral Kristus Raja, Jalan Ir. Soekarno Nomor 1, Kelurahan Bonipoi, Kota Kupang, menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha. Selain belum memiliki lokasi berjualan yang tetap, sebagian pedagang juga mengaku masih kerap mendapat teguran saat berjualan di ruang terbuka, Rabu, 8 Juli 2026.

Salah satu pedagang, Egy, penjual batagor, siomai, dan bubur ayam asal Bandung, mengatakan dirinya memilih berjualan secara keliling karena biaya sewa tempat dinilai terlalu mahal. Kondisi tersebut membuatnya harus berpindah-pindah lokasi demi tetap bisa menjalankan usaha.

Menurut Egy, tidak jarang dirinya diminta berpindah ketika berhenti berjualan di sejumlah titik. "Harapannya ya dapat tempat jualan yang aman, tidak disuruh pergi lagi," ujarnya.

Selain persoalan lokasi, Egy mengaku pendapatannya juga mengalami penurunan saat musim libur sekolah. Ia menyebut jumlah pembeli jauh berkurang dibandingkan hari-hari biasa sehingga omzet hariannya ikut menurun.

Sementara itu, pedagang es jeruk peras premium, Ingrid Nanabais, mengaku lebih beruntung karena telah memperoleh izin dari ketua RT setempat sebelum membuka usaha. Dengan izin tersebut, ia dapat berjualan di lokasi yang sama selama lebih dari satu tahun tanpa mengalami penertiban.

Meski demikian, Ingrid mengaku masih menghadapi kendala lain, terutama saat angin kencang yang kerap merusak perlengkapan dagangannya. "Harapan saya ke depan pembeli semakin banyak dan usaha bisa terus berkembang," katanya.

Kedua pelaku UMKM berharap pemerintah dapat menyediakan lokasi usaha yang aman dan terjangkau, khususnya bagi pedagang yang baru memulai usaha. Mereka menilai kepastian lokasi akan memberikan rasa aman sekaligus mendukung keberlangsungan usaha kecil di Kota Kupang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....