NTT Mart Hadir di TTU, Tumbuhkan Geliat Ekonomi

  • 26 Jan 2026 04:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.OD,Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan NTT Mart By Dekranasda TTU di kantor Dekranasda Kota Kefamenanu, Jumat (23/01/2026). "Timor Tengah Utara (TTU) ini adalah salah satu tempat penghasil produk terbaik UMKM yang ada di NTT sehingga harus terus kita kembangkan dan kita dorong agar dapat memberikan dampak nyata bagi seluruh masyarakat di sini, "kata Gubernur Melki.

Peluncuran NTT Mart Kabupaten TTU tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Gubernur Melki Laka Lena bersama Bupati TTU, Yosep Falentinus Kebo, Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, dan jajaran Forkopimda TTU.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTT yakni Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi NTT, Kanisius Mau, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Rosye Maria Hedwin dan Kepala Biro Umum Setda provinsi NTT, Agustinus Sigasare. Hadir pula Sekda TTU, Fransiskus Bait Fay, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten TTU, dan para pengusaha UMKM.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam peluncuran NTT Mart TTU yang menandai berkembangnya UMKM di Kabupaten TTU.

Dalam kesempatan tersebut Melkiades bersyukur kepada Tuhan, karena peresmian NTT Mart di TTU sebagai langkah menumbuhkembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten TTU.

"Seingat saya ketika masih menjadi anggota DPR RI, saya sering melakukan kegiatan di TTU bersama BPOM, dan mereka (BPOM) menyampaikan bahwa TTU sebagai daerah dengan produksi UMKM yang beragam dan berkualitas," kata Gubernur NTT.

Menurut Melkiades, NTT Mart ini adalah tempat menambah nilai jual dari hasil olahan kekayaan alam yang ada di TTU. Kekayaan alam yang ada akan dikemas dan dijual melalui NTT Mart. Ia menegaskan bahwa semua masyarakat harus mampu mendayagunakan potensi berbagai sektor seperti peternakan, pertanian, dan perikanan serta lainnya agar berguna dengan baik untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa tantangan yang ada bagi para pengusaha IKM/UMKM terdapat 4 permasalahan mulai dari modal pendampingan, literasi keuangan, dan pasar yang tentu dapat diatasi dengan sinergitas antara pemerintah dan juga pihak perbankan.

Politisi Golkar ini juga mengemukakan bahwa terkait dengan permodalan pendanaan, UMKM ini telah didukung melalui KUR dari perbankan, dengan difasilitasi oleh pemerintah untuk percepatan realisasi KUR dengan mengacu pada skema pihak perbankan. Selanjutnya untuk pendampingan/pelatihan juga dapat dibantu atau disediakan oleh bank untuk meningkatkan kapasitas UMKM diantaranya penguatan skill/keterampilan dan memastikan pengusaha dapat menjalankan usaha dengan optimal.

Selanjutnya Gubernur Melkiades menegaskan kepada semua pengusaha IKM/UMKM harus diperkuat dengan literasi keuangan agar mulai dari pemberian modal KUR dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk pengembangan usaha guna mendapatkan keuntungan.

Ia menekankan bahwa hindari kebiasaan yang menggunakan pinjaman KUR untuk untuk kebutuhan lain. Esensi dari KUR wajib dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan usaha sehingga usaha yang ditekuni terus berjalan.

Orang nomor satu provinsi NTT ini menerangkan, NTT Mart telah dijadikan pusat pemasaran agar produksi dari para pengusaha IKM/UMKM ini memiliki tempat yang sah untuk produk hasil olahan sehingga dapat dipasarkan dengan baik. "Nanti semua orang bisa datang berbelanja dan untuk semua tamu dari luar yang datang ke TTU bisa membeli oleh-oleh di sini," ungkap Gubernur.

Gubernur NTT juga mendorong setiap ASN untuk dapat berbelanja di NTT Mart sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan perekonomian di masing-masing wilayahnya sendiri. "Skema ini harus kita dorong, para ASN harus kita dorong untuk membeli setiap bulannya. Kalau ada 6.000 ribu orang ASN di TTU ini yang setiap orangnya membelanjakan 100 ribu/bulan di NTT Mart ini, maka dalam 1 bulan sudah ada transaksi senilai 600 juta yang menjadi pemasukan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati TTU, Yosep Falentinus Kebo mengatakan, NTT Mart merupakan langkah konkret bagaimana Pemerintah Provinsi NTT menerapkan program ke tingkat bawah dalam mengembangkan produk UMKM untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan disetiap daerah.

Bupati TTU,Yosep Falentinus Kebo saat menyampaikan sambutannya dalam peluncuran NTT Mart di TTU, Jumat (23/1/2026).

“Kami ikut berbangga keberadaan NTT Mart di sini, yang tentu memberikan motivasi kami di TTU dengan lebih dari 1000 produk UMKM untuk kami kembangkan. Kami pemerintah daerah selalu mendukung", ucapnya.

Dengan adanya NTT Mart ini produk para pengusaha UMKM sudah ada pasarnya.Masyarakat yang biasanya khawatir untuk memasarkan produk kini sudah tersedia pasar yang disediakan pemerintah.

Lebih lanjut Bupati TTU juga menyampaikan bahwa di tahun 2025 produk UMKM TTU telah dipasarkan ke luar negeri dan di 2026 akan dilanjutkan di dua negara yaitu Belanda dan Hongaria. "Kami telah membawa produk-produk UMKM TTU sampai ke Jepang tahun kemarin dan tahun ini akan ke Belanda dan Hongaria," kata Bupati Falentinus.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing dalam laporannya menyampaikan seluruh produk yang dipasarkan di NTT Mart ini berjumlah 1200 lebih produk yang di produksi oleh 40 pengusaha UMKM dan akan terus difasilitasi untuk dapat mengisi lebih produk UMKM di NTT Mart TTU. (AL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....