Ekonomi NTT Tetap Melaju Positif, UMKM Diminta Optimis
- 27 Mei 2026 15:13 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian 5,32 persen secara year on year. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa roda industri, perdagangan, dan sektor ekonomi rakyat mulai bergerak lebih progresif di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
Kondisi ini juga memperlihatkan adanya optimisme baru terhadap geliat ekonomi daerah, terutama pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, hingga UMKM yang terus bertahan dan berkembang.
Dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang, Jumat, 22 Mei 2026 Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana, Dr. Rolland E. Fanggidae menyebut pertumbuhan ekonomi NTT yang mendekati angka nasional menjadi indikator positif bagi daerah.
Menurutnya, masyarakat masih memiliki daya beli yang cukup baik meskipun tekanan global menyebabkan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok dan bahan baku industri. Ia menilai kondisi tersebut sebagai situasi ekonomi yang cukup unik karena aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah kenaikan harga.
Dr. Rolland menjelaskan sektor-sektor berbasis akar rumput seperti pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi penopang utama ekonomi NTT. Karena itu, ia menilai hilirisasi harus terus diperkuat agar hasil produksi masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Ia mencontohkan program One Village One Product dan pengembangan NTT Mart sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai produksi sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Selain itu, ia menyoroti sektor pariwisata yang masih menunjukkan pergerakan positif meski harga tiket pesawat meningkat. Tingginya aktivitas hotel, restoran, serta sektor makan dan minum menjadi bukti bahwa wisatawan masih datang ke NTT.
Menurutnya, pertumbuhan sektor akomodasi dan konsumsi masyarakat memberikan dampak berantai terhadap pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri kerajinan lokal yang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah.
Dr. Rolland juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, termasuk upaya menahan kenaikan harga minyak tanah dan penambahan kuota LPG yang dinilai penting bagi industri rumah makan, hotel, hingga usaha laundry. Ia menilai kebijakan pemerintah yang fokus pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sudah tepat sasaran karena menjadi fondasi utama ekonomi masyarakat NTT.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pendampingan terhadap pelaku UMKM tidak boleh dilakukan secara parsial. Menurutnya, berbagai stakeholder seperti pemerintah, perbankan, hingga lembaga pendamping harus bekerja secara terintegrasi agar pelatihan digitalisasi, akses permodalan, legalitas usaha, hingga pemasaran dapat berjalan berkelanjutan. Ia berharap NTT Mart dapat menjadi rumah besar inkubasi UMKM, bukan sekadar tempat penjualan produk.
Dr. Rolland menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi kondisi ekonomi global saat ini. Ia menilai ekonomi NTT masih berada dalam kondisi yang relatif baik dan tetap memiliki peluang untuk tumbuh. “Kondisi ekonomi ini justru memberikan keyakinan bahwa kita baik-baik saja,” ujarnya. Ia pun mengajak masyarakat dan pelaku usaha tetap optimis, terus berinovasi, serta memanfaatkan potensi lokal untuk memperkuat ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....