KPA NTT: Kasus HIV Usia Pelajar Capai 3 Persen

  • 05 Okt 2026 12:20 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Komisi Penanggulangan AIDS NTT mencatat 10.209 kasus HIV hingga Juni 2026, dengan kelompok usia produktif mendominasi temuan. Kelompok usia 19 hingga 25 tahun menyumbang 26 persen, sedangkan usia 16 hingga 18 tahun mencapai tiga persen.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) NTT, dr. Yovita A. Mitak, M. PH menyebut temuan usia sekolah menengah menjadi perhatian, karena remaja menghadapi perubahan psikologis serta tekanan lingkungan sosial. Dokter KPA NTT mengatakan kerentanan remaja perlu dipahami melalui penguatan pengetahuan, kepercayaan diri, serta kemampuan mengambil keputusan sehat.

"Remaja menjadi rentan karena akses informasi tanpa filter di media sosial, kemudian edukasi dari rumah juga terbatas," katanya kepada RRI Kupang, Senin, 5 Oktober 2026. Selain akses informasi, tekanan teman sebaya dapat mendorong remaja mengikuti perilaku yang dianggap menunjukkan keberanian atau kedewasaan tertentu.

Menurut dr. Yovita, tekanan tersebut muncul ketika perilaku berisiko dianggap sebagai pembuktian diri dalam kelompok pertemanan remaja mereka. Kondisi itu semakin kompleks ketika konsumsi minuman keras atau narkoba membuat kemampuan mengambil keputusan menjadi semakin tidak terkendali.

dr. Yovita menilai edukasi kesehatan reproduksi perlu diberikan bertahap, menyesuaikan perkembangan usia serta kemampuan pemahaman masing-masing anak. Metode edukasi juga tidak harus berupa ceramah, tetapi dapat menggunakan gambar, permainan, kuis, serta alat peraga yang relevan.

Pendekatan tersebut membantu pelajar memahami organ reproduksi, risiko perilaku seksual, serta pentingnya menjaga diri sejak usia dini sendiri. Penguatan kepercayaan diri diperlukan agar remaja mampu menolak tekanan lingkungan dan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan matang bagi dirinya.

"Kita sendiri sebagai kaum remaja dan kaum dewasa muda itu harus meningkatkan rasa percaya diri kita," ujarnya. KPA NTT, menurutnya, mendorong keluarga, sekolah, dan pemerintah memperkuat edukasi bersama agar perlindungan remaja terhadap HIV dilakukan secara berkelanjutan. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....