PERMABUDHI Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi akibat Penembakan di Jayawijaya
- 14 Sep 2026 16:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Persatuan Umat Buddha Indonesia atau PERMABUDHI Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi menyusul aksi penembakan yang menewaskan warga asal NTT di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketua PERMABUDHI NTT, Indra Effendy, S-E, M-Pd., meminta masyarakat NTT tidak menjadikan peristiwa tersebut sebagai alasan untuk membangun kebencian terhadap masyarakat Papua.
Menurutnya, tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu harus dibedakan dengan masyarakat Papua secara keseluruhan, yang tidak dapat digeneralisasi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut. “Kita harus mampu membedakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tertentu, dalam hal ini KKB, dengan masyarakat Papua sendiri yang secara keseluruhan menggambarkan kehidupan yang aman dan damai,” katanya.
Indra menegaskan, masyarakat harus tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia berharap pemerintah dan aparat dapat mengusut tuntas kasus penembakan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bertugas dan mengabdi di berbagai wilayah Indonesia.
Dari perspektif ajaran Buddha, Indra mengatakan bahwa kehidupan manusia merupakan sesuatu yang sangat berharga. Tidak ada persoalan yang dapat dibenarkan dengan menghilangkan nyawa sesama manusia.
Kekerasan, menurutnya, hanya akan melahirkan penderitaan dan memperpanjang luka. Karena itu, ia mengajak masyarakat NTT untuk tidak membalas kekerasan dengan kebencian.
Masyarakat diminta menjaga persaudaraan, menghindari provokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh suasana. Indra juga mendoakan agar keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan, serta perdamaian dapat terus terwujud di Papua, NTT, dan seluruh Indonesia. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....